Nice Guy (The Innocent Man) Episode 6-7

0 comments
Episode 6


Lanjutan dari episode sebelumnya, Eun Gi dan Maru akhirnya melihat festival. Mereka berdua terlihat menikmati pertunjukkan. Kemudian flash back kembali ketika Ma Ru masih bersama Han Jae Hee dan menuliskan isi hatinya, flash back bersamaan dengan Eun Gi yang kehilangan Maru, dia mencari dan terus mencari...

“Sesuatu yang masih belum bisa ku percaya, dia adalah Han Jae Hee-ku. Aku senang dia ada disisiku, aku percaya diri... Meskipun aku tidak bisa memberikanmu popularitas dan kekayaan aku akan memberikan diriku seutuhnya. Aku akan selalu menjaga dan mencintaimu. Aku tidak akan membiarkanmu kesepian, aku tidak akan meninggalkanmu sendiri. Apapun yang terjadi, aku tidak akan melepaskan tanganmu aku akan selalu ada tepat dimana kamu mencariku. Hidupku dimulai denganmu, dan akan berakhir bersamamu”

Itulah tulisan Ma Ru muda, dia benar-benar mencintai Han Jae Hee, sementara itu Eun Gi terjatuh ketika mencari Ma Ru, tatapan Ma Ru dingin. Tapi ketika Eun Gi menemukan Ma Ru, tatapannya berubah menjadi hangat dan tersenyum sambil membawa 2 kaleng minuman. *ah bagian ini saya antara sebel dan seneng, seneng karena mereka kencan, sebel karena tau betapa si Ma Ru mencintai Han Jae Hee.

Setelah beberapa kali bertemu, ada episode dimana Eun Gi mabuk dan pergi ke rumah Ma Ru, dia melantur sepanjang waktu, melantur bagaimana dia sangat menyukai Ma Ru. Ma Ru membawanya pulang dan mulai mengompres badan Eun Gi, sesaat Ma Ru melihat wajah Eun Gi yang polos ketika tidur, sepertinya ada yang berkecamuk di benak Ma Ru. *hayo mas Ma Ru mulai jatuh cinta ta? uhuyy

Episode 7

 Di episode 7, Eun Gi mulai tahu alasan Ma Ru yang sebenarnya. Dia tau dari pengacara Park (Lee Sang Yeob), kalo si Ma Ru adalah mantan pacar Han Jae Hee, Ma Ru mendekati Eun Gi untuk balas dendam dan Ma Ru adalah mantan pembunuh. Hati Eun Gi goyah, dia benar-benar pucat, dalam kondisi seperti itu dia masih melarang pengacara Park untuk menyakiti Kang Maru *kasian pengacara Park yang selama ini selalu ada disisi Eun Gi dan mencintainya. Pengacara Park merupakan salah satu tokoh favorit di serial ini karena ketulusannya pada Eun Gi, bahkan dia mengaku sebagai Homo hanya supaya Eun Gi tidak tau dia menyukainya, huaaa...

Eun Gi ke rumah maru, wajahnya pucat saat bertemu Ma Ru, Ma Ru memegang wajahnya dan merasakan tubuhnya panas, tapi Eun Gi hanya diam saja. Ma Ru keluar karena ada urusan dan bilang akan membelikan Eun Gi obat ketika kembali. Sekembalinya Ma Ru , Eun Gi melihat Ma Ru kemudian memanggil Ma Ru dan mengajaknya minum bersama. *tempat dimana mereka minum sangat indah, bisa melihat kota Seoul secara keseluruhan. Setiap Eun Gi minum, Ma Ru melarangnya dan merampas botol yang akan diminum Eun Gi karena malam sebelumnya Eun Gi sudah banyak minum dan sudah memakan 1/3 tempat ditubuhnya. Eun Gi menerawang jauh


\
“Woahh, liat cahaya itu . Apakah Seoul benar-benar punya populasi sebanyak ini? Apa kamu tahu populasi Seoul? Lebih dari 10 juta orang, kira-kira brapa jumlah laki-laki dan perempuan yang tinggal disana? Siapa yang tau, diantara cahaya itu, laki-laki dan perempuan di masa depan akan menjadi suami Seo Eun Gi  dan istri Kang Ma Ru. Apakah kamu pernah berpikir? Kalau kamu menikah, kirim aku undangan. Aku tidak tau apakah aku akan datang, tapi aku pasti akan mengirimmu uang untuk ucapan selamat.”
*Kang Ma Ru hanya diam, sepertinya Ma Ru mulai menyadari tingkah laku Eun Gi, dia punya kebiasaan mengatakan sesuatu yaang berkebalikan hanya untuk berpura-pura dan menyembunyikan lukanya.

Eun Gi melanjutkan bicara dan bertanya apa mungkin Ma Ru berpikir menjadikannya pasangan untuk menikah dan berkata itu tidak mungkin. Eun Gi bertanya apakah Ma Ru mengerti? Ma Ru menjawab “Aku mengerti” *waduh ekspresinya si Ma Ru ini bikin gemes, kok ada orang yang diem cm blg iya dan tidak. Malam itu mereka putus. Eun Gi pergi dengan wajah tenang tapi sebenarnya dia sangat terluka. Ma Ru hanya diam. Di Perjalanan pulang Eun Gi pingsan dan ditemukan oleh Jae Hee. *kalo dipikir, sepertinya si Ma Ru udah mulai mau melepaskan Eun Gi. Entah sudah ada rasa suka atau sekedar rasa simpati. Karena kalo si Ma Ru benar-benar ingin memanfaatkan Eun Gi untuk balas dendam, Ma Ru pasti menahan Eun Gi pergi.

Eun Gi dikurung di rumahnya, dengan penjagaan body guard. Malam hari hujan turun dan bodyguard tidak ada lagi di halaman rumahnya. Eun Gi memutuskan keluar dan menemui Ma Ru, dia kabur dengan bertelanjang kaki. Di episode 7 ada flashback sebelum Eun Gi pergi Ma Ru memberikannya obat yang dijanjikan, menyuruhnya ke rumah sakit begitu Eun Gi bangun. Kemudian Eun Gi mengingat semua kejadian bersama Ma Ru.


Sesampainya di rumah Ma Ru, Eun Gi menggedor pintu dan memanggil Ma Ru namun pintu tak kunjung dibuka. Ketika Eun Gi mulai putus asa dan memutuskan pergi, Ma Ru membuka pintu dan wajahnya penuh luka. Saat itu Eun Gi membuat pengakuan.
“Aku... Itu ciuman pertamaku, yang kita lakukan di Benteng Hirosake. Dari seseorang, itu juga pertama kalinya aku mengatakan kepada seseorang aku mencintaimu dengan sepenuh hati. Selama 29 tahun hidupku, pertama kalinya. aku mencintaimu, Seo Eun Gi. Aku mendengar pengakuan seperti itu yang membuat jantungku berdentum untuk pertama kalinya.. karena kamu. Seo Eun Gi yang terlihat memiliki segalanya, Seo Eun Gi yang tak akan iri terhadap apapun. Sebenarnya, dia hidup dengan hidup yang menyedihkan. Bagaimanapun juga, karena seorang lelaki yang bernama Kang Ma Ru. Bangun... Bernafas... Hidup...  Semua itu terasa mengagumkan untuk pertama kalinya. Bahkan jika aku harus kehilangan segalanya, aku tidak akan melupakan lelaki ini, aku memutuskannya 5 jam yang lalu.”


 Ma  Ru mendekati Eun Gi dan menghapus air matanya, air mata Eun Gi mengalir deras bersamaan dengan air hujan.
"Jadi sekarang, satu-satunya permohonanku adalah untuk bisa melihatmu setiap hari, untuk berkata aku mencintaimu setiap hari, untuk mendengarmu mengatakan aku mencintaimu setiap hari, untuk memimpikan mimpi yang sama setiap hari, untuk melahirkan anak, membesarkan mereka, dan tumbuh tua bersamamu, apakah itu mungkin?”


Maru memeluk Eun Gi dengan erat seolah-olah tidak ingin melepaskannya lagi, si Eun Gi malah sesenggukan. Di waktu yang sama Jae Hee melihat mereka dari jauh, Ma Ru yang menyadari keberadaanya semakin erat memeluk Eun Gi, matanya seolah-olah berkata “aku tidak akan melepaskannya”

Tag : Korean Drama

Link Review Nice Guy (The Innocent Man) lainnya.

Nice Guy (The Innocent Man) Episode 3-5

0 comments
Episode 3
 

Maru mulai menyelidiki Eun Gi dan mendekatinya, Eun Gi memiliki hobi menaiki sepeda motor dan melakukannya di track yang sulit, sampai akhirnya Ma Ru muncul di tengah jalan dan menantangnya untuk balapan. Eun Gi jatuh dari motor dan hampir jatuh dari tebing, tapi akhirnya Ma Ru menyelamatkannya. Sementara itu motor Eun Gi masih dibawah dan hampir jatuh ke dasar, Eun Gi menangis seperti ingin mengambil sesuatu. Ma Ru melarangnya dan mengatakan “kau bisa membelinya lagi”, Eun Gi menangis sambil memanggil-manggil ibunya. Akhirnya Ma Ru memberanikan diri untuk mengambil sebuah boneka yang ada di dalam tas dengan menggunakan tali pengaman. Tali yang menahan tubuh Ma Ru putus. Ma Ru terjatuh dan terluka. *kalo saya jadi Ma Ru pasti terheran-heran melihat Eun Gi yang menangis hanya demi sebuah boneka

Bukan Seo Eun Gi kalau langsung berterima kasih pada Maru, dia datang menjenguk Ma Ru untuk bertanya siapa dia dan apa yang diinginkan darinya. Ma Ru menanggapinya dengan cool, dia cm bilang apakah itu yang diajarkan orang tuamu? “Jika kau ingin berterima kasih ucapkan terima kasih, dan jika merasa bersalah maka meminta maaf, itulah yang diajarkan orang tuaku”. Maru menyuruh Eun Gi pergi dan membuat Eun Gi malah penasaran dan bertanya-tanya, mengapa? Disinilah awal ketertarikan Eun Gi pada Ma Ru.

Episode 4-5

Pada kedua episode ini yang paling berkesan adalah ketika Ma Ru dan Eun Gi berjanji untuk berkencan dan bertemu di Benteng Hirosake. Eun Gi menunggu sampai malam, Ma Ru terlambat karena pergi menemui Han Jae Hee. Dia terlambat karena harus menyelamatkan Han Jae Hee yang terjun ke laut karena melarangnya menemui Eun Gi. Setelah membawa Han Jae Hee, Ma Ru meninggalkannya dengan wajah cool dan berlari mencari Eun Gi.

Eun Gi ternyata masih menunggunya, Ma Ru  bertanya “Bagaimana bisa kamu masih disini menunggu? Apa yang akan kau lakukan jika aku tidak datang?”


Eun Gi menjawab “Dan aku akan tetap menunggumu sampai kau datang. Jika kamu menunggu, orang yang kamu tunggu akan datang”. Ketika Ma Ru bertanya apakah Eun Gi memakai Make Up, Eun Gi menjelaskan, bahkan ia sekarang memakai dress untuk pertama kalinya, tidak bisa membuka kaki, dia berfikir bisa mati karena tidak nyaman. *saya terharu melihat Eun Gi malam itu, Eun Gi yang dingin dan arogan tiba-tiba berubah seperti anak gadis abg yang sedang jatuh cinta. Dan saat itulah untuk pertama kalinya mereka berciuman, meskipun palsu. Karena saat itu Ma Ru terlihat tidak antusias, pandangannya tidak tertuju pada Eun Gi, tetapi pada hal lain. *uhh poor Eun Gi

Tag : Korean Drama

Link Review Nice Guy (The Innocent Man) lainnya.

A Love Letter to Song Joong Ki

0 comments
Intermezo
Setelah sekian lama tertidur, saya bangun dan kembali addicted pada drama Asia Timur. Kali ini yang berhasil membangunkan saya adalah drama korea yang berjudul Nice Guy yang juga dikenal dengan judul The Innocent Man. Setelah beberapa hari mengikuti Running Man, saya menemukan artis yang sempat mencuri perhatian saya berkat aktingnya di Sungkyunkwan Scandal, Song Joong Ki. Setelah itu saya mulai mencari-cari drama dan film yang dibintanginya, dan akhirnya menemukan Nice Guy di hardisk teman kantor.

Saya tipe orang yang jika sesuatu, maka akan menghabiskannya sampai akhir, bagi saya artis yang saya sukai merupakan jaminan sebuah film/drama itu bagus, karena jika saya menyukai seorang artis/aktris bukan hanya tampang saja yang saya nilai, tp juga kemampuan aktingnya.

Saat SMP, saya masih ingat teman saya terheran-heran kenapa saya bisa begitu menyukai Lee Byung Hyun yang saat itu bermain dalam sebuah drama berjudul Beautiful Life. Bagaimana mungkin, karena Lee Byung Hun menurutnya jelek banget, hitam dan aneh, saya cuma bisa tertawa. Sampai akhirnya sekarang Lee Byung Hun menjadi seorang aktor besar dan berhasil menembus Hollywood berkat aktingnya di GI.Joe. Bahkan dia sempat berpacaran dengan artis yang terkenal sangat cantik yaitu Song Hye Kyo meskipun akhirnya kandas sampai akhirnya baru-baru ini dia menikah dengan seorang artis yang juga tak kalah cantik, yaitu Lee Min Jung. Lee Min Jung sempat bermain bersama Lee Min Hoo di Boys Before Flowers, berperan sebagai tunangannya.
Lee Byung Hyun dan Lee Min Jung, gambar di ambil dari sini

Cukup tentang Lee Byung Hyun, karena kali ini saya bukan membahas tentang idola saya yang lain, ini bukan tentang Takuya Kimura, Nicolas Tse, Ha Ji Won, Lee Seung Gi, Jo In Sung atau lainnya, kali ini saya ingin fokus pada Song Jong Ki dan Nice Guy.
Nice Guy merupakan drama yang sangat penuh dengan intrik dan kejutan, drama ini tidak hanya menceritakan tentang cinta termehek-mehek ala film korea, tapi juga balas dendam dan cinta yang sangat bertentangan. Sebuah drama percintaan yang mebuat kita penasaran setiap episodenya, bagi penggemar film korea yang sedang tidak sekedar mencari hiburan tetapi juga mencari tontonan yang berbobot, saya pikir drama ini sangat rekomended untuk dilihat. Dari nilai sempurna 10, saya memberinya nilai 9, karena jelas tidak ada drama yang sempurna bukan?

Plot/Alur Cerita
Cerita dimulai dengan kisah seorang mahasiswa kedokteran bernama Kang Ma Ru (Song Jong Ki), Kang Ma Ru tidak hanya memiliki memiliki kecerdasan yang luar biasa sebagai calon dokter, tetapi ia juga memiliki hati yang lembut dan hangat. Kang Ma Ru jatuh cinta kepada Han Jae Hee (Park Shi Yeon) yang merupakan tetangganya. Han Jae Hee merupakan wanita paling cantik di komplek tempat tinggal Ma Ru, anak dari seorang wanita penghibur dan mempunyai seorang kakak bernama Han Jae Sihk yang sering melakukan kekerasan terhadapnya.

Pada masa-masa sulit tersebut, Han Jae Hee banyak mendapatkan bantuan dari Ma Ru, mereka besar dan tumbuh bersama. Ma Ru adalah rumah bagi Han Jae Hee, dan bagi Ma Ru, Han Jae Hee adalah cintanya. Sampai pada suatu malam ketika Han Jae Hee melakukan sebuah pembunuhan dan mengharuskan Ma Ru untuk menggantikan Han Jae Hee sebagai tersangka pembunuhan agar Han Jae Hee tetap melanjutkan impiannya sebagai reporter TV dan hidup dengan baik. Di malam yang sama, sebelum Ma Ru pergi ke tempat kejadian, Kang Cho Co adik Ma Ru sedang sakit, tetapi ketika Han Jae Hee menelpon dan mengatakan butuh bantuan, Ma Ru meninggalkannya dan lebih memilih untuk menyelamatkan Han Jae Hee.


Selama 6 tahun Ma Ru menghabiskan waktu di penjara, melepaskan statusnya sebagai seorang calon dokter dan bebas sebagai mantan narapidana. Saat bebas, teman Ma Ru, Jae Gil memberi tahu Ma ru bahwa Han Jae Hee menikah dengan seorang CEO grup Tae San. Adik Ma Ru, Kang Cho Co mengalami sakit dan membutuhkan uang yang banyak, pada kondisi tersebut sulit bagi seorang mantan narapidana untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Kang Ma Ru kemudian menjadi gigolo dan melakukan banyak penipuan terhadap wanita untuk sekedar mendapatkan uang. Mungkin ini akibat luka hati Ma Ru terhadap Han Jae Hee.

Pada sebuah perjalanan di pesawat Kang Ma Ru menyelamatkan seorang wanita yang sedang sekarat, dan ternyata wanita itu adalah Seo Eun Gi (Moon Chae Won) yang merupakan anak tiri dari Han Jae Hee. Seo Eun Gi adalah wanita dingin yang tidak pernah mengekspresikan perasaannya, arogan dan selalu waspada. Setelah kejadian itu, banyak peristiwa yang membuat Ma Ru marah terhadap Han Jae Hee dan memutuskan untuk balas dendam. Balas dendam dimulai dengan menggoda Seo Eun Gi dan membuat Eun Gi jatuh cinta padanya. Dari sinilah konflik drama ini di mulai....


Oh ya perlu diketahui, screenwriter drama ini adalah Lee Kyung Hee yang juga penulis drama A Love to Kill dan I’m Sorry I love. Kedua drama ini cukup berkesan meskipun  saya tidak menontonnya penuh, denger soundtracknya aja udah nyesek banget.

Karena addicted saya pada drama ini belum berakhir, saya akan membuat ringkasan beberapa moment berharga yang ada di film ini.

Pulau Harapan Part II (Kepulauan Seribu)

0 comments
Pulau Bira, Pulau Kelapa Dua


 Setengah hari lagi waktu liburan kami habis, akhirnya kami putuskan ikut tour keliling pulau dengan menambah ongkos sebesar 30 rb. Tujuan pertama adalah pulau bira besar, airnya sangat bening, rasanya pengen nyemplung lagi. Tapi sayang di kapal ngga ada peralatan snorkling dan di dasar lautnya banyak bulu babi. Kami pun keliling pantai sambil foto-foto. di Pulau ini cukup luas dengan beberapa penginapan dari kayu, semacam resort gtu. Tapi karena tidak perpenghuni jadi kesannya tidak terawat, padahal benar-benar bagus lhoo.. Seperti pulau tempat peristirahatan.


Bener-bener pgn njebur lagi, tp mengingat ombak pasang dan kami yang akan pulang jam 11 nanti niat njebur saya urungkan. Waktu berlalu, guide lokal mulai ngingetin kami lagi untuk kembali ke Perahu untuk menuju tujuan selanjutnya yaitu penangkaran Penyu yang terletak di Pulau Kelapa Dua.


Sesampainya di pulau Kelapa Dua, terik matahari menyambut kami. Tidak seperti bayangan saya tentang penangkaran penyu, di pulau ini saya hanya melihat deretan kelapa dan pulau penduduk. Penangkaran penyu yang sudah saya kunjungi sebelumnya ada di pulau Bali, disana pengangkaran penyu memiliki satu pulau khusus untuk penangkaran penyu dan hewan lain. Sementara itu di pulau ini, didominasi oleh rumah penduduk. Eits,, tapi tunggu dulu, rumah penduduk disini beda lhoo.. Ini desa yang dikelilingi pantai, tapi rumah penduduk di pulau kelapa dua berbentuk rumah panggung. Berdasarkan informasi orang-orang, disini tinggal suku bugis, makanya rumahnya pake rumah panggung.

Setelah  berjalan beberapa saat akhirnya ditemukan tempat penangkaran penyu. Dengan tiket seharga 3000 rupiah, kami masuk ke dalam dan pegang-pegang penyu sepuasnya,.. hihihi
Di sebelah penangkaran penyu, ada budidaya manggrove. Saya membayangkan, kalau budidaya ini berhasil tempat yang gersang dan panas ini pasti akan lebih baik karena banyak pohon. Smoga pohon-pohon Manggrovenya cepet tumbuh...

Akhirnya kami pulang menuju penginapan, setelah beres-beres barang, akhirnya kami menuju kapal menuju Muara Angke yang sudah bersandar di dermaga. It's hard to say goodbye to this vacation..


And I believe, a thousand miles always begins with a single step.


Pulau Harapan Part I (Kepulauan Seribu)

0 comments

Muara Angke, Pulau Harapan, Pulau Matahari, Pulau Gosong, Pulau Bulat

Setelah ditunda selama 2 minggu akhirnya kami berngkat untuk ikut tour ke pulau harapan. Kali ini kami tidak backpacker tapi menggunakan jasa travel dengan biaya 280rb include penginapan, jelajah pulau, snorkling dan kamera underwater, makan 3x, exclude kapal PP. Penundaan dilakukan karena cuaca buruk, dan alhamdulillah kami berangkat pada tanggal 30 November 2013 ketika cuaca sangat cerah.

Saya menginap di kosan teman, di daerah kota tua. Paginya kami bertiga naik taxi menuju Muara Angke. Kali ini supir taxinya agak cerewet, mungkin karena nggak mau becek dan macet kami diturunkan di jembatan menuju muara angke dengan alasan macet. Karena lokasi pelabuhan cukup jauh dari jembatan, kami melanjutkan dengan naik odong-odong, cukup asyik karena kalau kami tetap naik taxi kami pasti tidak bisa merasakan bau khas muara angke yang benar-benar "mempesona". Sesampainya di Pelabuhan, kami membeli tiket seharaga Rp 40rb untuk masing-masing penumpang dengan tujuan terakhir pulau harapan.

Pulau harapan terletak dibagian paling ujung kepulauan seribu, dibanding pulau bidadari atau pramuka. Dengan perjalanan 3 jam cukup untuk membuat kami tidur dan terlelap di kapal. Sudah terlihat seperti imigran gelap yang mau di ekspor loh!
Sesampainya di Pulau Harapan kami disuguhi pemandangan yang indah, lautnya bersih, buat saya yang belum pernah ke kepulauan seribu ya ngiler2 gtu. Dan makin ngiler ketika disambut telur gulung ala kepulauan seribu, hmmm enaak!!!

Pulau harapan tidak memiliki pantai berpasir di ujungnya, karena seluruh pulau dikelilingi oleh pantai yang sudah di cor dengan beton. Tujuan wisata kami memang bukan pulau harapan meskipun judul tournya pulau harapan, karena objek wisata yang sebenarnya adalah pulau di sekeliling pulau harapan. Karena pulau harapan berpenghuni, pulau ini dijadikan tempat singgah bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi pulau-pulau disekitarnya.

Setelah beristirahat sejenak dan solat dhuhur kami langsung naik kapal lagi, jadwal kali ini adalah snorkling dan keliling pulau. Untuk spot pertama kami melakukan snorkling di area pulau matahari. Untuk saya yang ngga pernah snorkling cukup terwonder-wonder dengan keindahan taman bawah laut ciptaan Allah. Subhannallah, luar biasa indahnya.... Sayangnya kamera si Bapak ngga begitu bagus pas moto kita dan karangnya. Kameranya berembun, hiks hiks. Spot snorkling yang kedua entah ada dimana, yang jelas di tengah-tengah laut. Meskipun badan udah capek dan baju udah mulai kering kena angin laut, saya memutuskan njebur lagi.

Setelah snorklingnya puas dan badan terasa mulai benar-benar capek akhirnya kami jelajah pulau. Tidak sesuai jadwal yang ada di itenary, kami seharusnya ke pulau bira, pulau kelapa dan lainnya. Tp Pak guidenya ngajak kita ke pulau gosong. Saya suka pulau ini, sebuah pulau yang tidak berpenghuni dan bahkan tidak ada pohon sm sekali. Hanya sebuah gundukan pasir putih bersih. Tidak menyangka kalau di Jakarta ada tempat seindah ini. Dan saya mulai menceburkan diri ke laut lagi,rasanya kayak anak kecil yang girang ketemu air. hihihihi...

Ke pantai kurang lengkap tanpa melihat sunset, kapal kami selanjutnya berlabuh di pulau bulat... Disambut gapura berbentuk gading gajah, kami pun berkeliling pulau. Pulau ini pas untuk melihat sunset, karena matahari tepat ada di depan.

Luas pulau yang tdk terllau besar memudahkan guide menemukan kami ketika kami jalan-jalan. Setelah puas menikmati sunset, kami melanjutkan perjalanan untuk pulang ke Pulau Harapan.

Setelah puas makan di tempat menginap, kami putuskan tidur, karena di sekeliling pulau tak ada pantai berpasir.

Street Food Festival La Piazza Kelapa Gading

0 comments
Setelah membatalkan acara nonton ke Grand Indonesia karena bangun kesiangan. Saya dapat inpo dari teman se Batch jaman pelatihan kalo ada Street Food Festival di La Piazza Kelapa Gading, wah deket banget sama kos, batin saya dalam hati. dilihat dari judul acaranya, bisa dibayangkan bakal ada makanan dimana-mana. La Piazza sudah menjadi gudang makanan sehari-hari, ditambah festival ini pasti lebih ramai lagi, dan akhirnya saya putuskan menengok kesana, kebetulan ada teman yang menginap dikos, jadi ada teman untuk sekedar incip-incip makanan.


Dari kos yang beralamat di Perumahan Walikota Kelapa Gading, Jakarta Utara, kami naik angkot 37 langsung turun tepat di depan pintu masuk La Piazza. Sesampainya disana hujan gerimis tetapi suasana cukup ramai, karena bertepatan dengan jam makan siang. Kami berputar-putar untuk mencari makanan yang bisa mengisi perut yang kebetulan sedang kosong. Halaman La Piazza disulap menjadi festival makanan, semua ada disini, mulai dari Baso Sapi sampai makanan mall ala Sushi Tei.




Pada awalnya kami tergoda untuk mencicipi sate madura, tapi eits tunggu dulu. Bukannya kami udah sering makan sate madura ya? Kyknya kudu coba yang lain deh, yang memang belum pernah kami coba. Datang ke food festival seharusnya memang nyoba sesuatu yang beda. Kalau ada festival gini, masalahnya bukan lidah lagi tapi sudah atau belum pernah mencoba bukan?Dan akhirnya kami memilih masakan Thailand meskipun yang dipilihpun ujung-ujungnya nasi goreng!


Kami memesan satu kotak nasi goreng seharga 25rb, isinya lumayan banyak, cukup untuk 2 orang dan uniknya kami bisa mencampur 2 jenis nasi goreng dalam satu pesanan seharga 25rb. Waktu itu kami memilih Salty Fish dan Tom Yam Fried Rice. Untuk rasa? mmm saya pikir saya bukan Pak Bondan yang bisa netral menilai makanan, meskipun akhirnya tidak habis tapi rasanya tidak buruk kok. Maklum lidah saya ini benar-benar lidah Jawa, bukan cuma medoknya saja ternyata. Oh ya betewe eniwei yang paling penting adalah ketika membayar ternyata ngga bisa pake uang cash sodara-sodara!!! Acaranya ini disponsori oleh salah satu Bank yang dari tadi saya liat logo-nya, cm ngga nyadar aja kalo harus pake kartu debet atau kartu pra bayarnya. Kebetulan Banknya ini saingan berat tempat saya bekerja sekarang, jadi ya rada ga ikhlas pas harus beli voucernya seharga 100rb :'(. Tapi ya gmn lagi, nasi udah terlanjur dipesan,wkwkwkwk. Emang mau balik ke kos lagi kalo tau? ngga mgkn juga kan :D


Selain nasi goreng, kami juga mencicipi Thai Creep Sheet, saya suka karena manis, isinya telor campur kelapa, bisa bayangin ngga rasanya?hahaha. Kami juga sempat mencoba bakso, dan minumannya tetap teh botoh sosro. Baru kali ini juga beli teh botol pake kartu Pra Bayar. Teman saya berkali-kali bilang, La Piazza memang selalu menarik, dan saya mengamini kata-katanya. Di penat dan riuhnya Jakarta, daerah Kelapa Gading memang selalu menyejukkan (cie mentang-mentang tinggal disono), ada-ada saja acara yang dibuat, mulai dari rumah hantu sampai festival makanan, Indonesian Idol juga ada lho!


Hayooo buat anda yang suka Kuliner wajib dtg yaa, acaranya 21 November - 01 Desember 2013, masih ada waktu 1 minggu lagi!

Dan kartu Pra Bayar itu sisanya saya belikan jajan di Indomaret, untung ngga hangus :P