Showing posts with label Japanese Dorama. Show all posts
Showing posts with label Japanese Dorama. Show all posts

Mengenang Kembali Dorama Jepang Tokyo Love Story

52 comments
Ku tak tahu harus bermulai dari mana
Sang waktu pun selalu terus mengejarku kesana
Terbang melayang, lalu menghilang
Tertelan kata hiasan cinta
Pacarku yang cantik dan slalu menawan
Membuat susah diriku tuk mengatakan cinta
Namun hujan kan reda dan kita kan dapat berjalan bersama
Di hari itu dan ditempat itu bila kita tak pernah berjumpa
Mungkin kita tak akan percaya kau dan aku saling suka dan cinta


Itulah kira-kira lirik OST Tokyo Love Story versi bahasa Indonesia. Bagi yang sudah mengenal televisi di tahun 90-an tentu tak asing lagi dengan dorama Jepang satu ini, Tokyo Love Story. Kalau diingat-ingat waktu itu saya masih SD dan sudah keranjingan dorama ini dan sepertinya rasa suka itu yang membuat saya menjadi penggemar drama Asia Timur. Yang saya ingat dari dorama ini adalah sosok Rika Akana yang ceria dan Kanji, selebihnya ingatan saya cuma ada mbak-mbak kalem yang menyebalkan.
Kanji
Rika Akana
Beberapa waktu lalu kita ingin memesan online drama Jepang dan Korea lawas saya memasukkan Tokyo Love Story sebagai salah satu yang saya pesan. Saat CD itu datang saya tidak langsung menontonnya karena ingatan saya mengatakan endingnya sedih dan tidak adil untuk Rika. Tokyo Love Story sendiri menceritakan tentang Rika Akana, Kanji dan Satomi. Kanji dan Satomi adalah sepasang kekasih karena suatu hal mereka putus. Disaat Kanji patah hati muncullah Rika Akana teman sekantor Kanji yang selalu ceria dan menghibur Kanji. Dan kisah pun di mulai, seperti judulnya dorama ini tentang kisah cinta di Tokyo, ibukota Jepang.

Akhirnya saya mencoba re-run lagi tapi kali ini hanya episode 11 aja alias episode terakhir, saya penasaran dengan ending yang sudah tidak saya ingat lagi. Sengaja nggak liat dari awal soalnya lagi ngga pengen sedih gara-gara nonton film. Kemudian sampailah di episode dimana Rika pergi ke kampung halaman Kanji untuk memenuhi rasa penasarannya terhadap cerita Kanji tentang kampung halamannya selama ini. Kepergian Rika disusul oleh Kanji yang waktu itu sebenarnya sedang mengalami masa-masa galau antara dua pilihan.  Kemudian ada adegan dan percakapan keduanya yang sangat menarik.



Mereka bercerita tentang masa sekolah masing-masing, Kanji yang bersekolah di kampung halamannya dan Rika yang seringkali berpindah sekolah karena mengikuti orang tuanya. Bahkan Rika pernah sekolah selama 1 bulan kemudian pindah lagi, ia mempraktekkan bagaimana setiap saat dia harus memperkenalkan diri pada lingkungan baru.

Kanji : Kau pasti terbiasa dengan itu
Rika : Tidak, kamu tidak akan bisa terbiasa ketika harus meninggalkan temanmu. Aku berusaha keras agar bisa memberikan yang terbaik untuk waktu yang kupunya. Aku harus memastikan ketika aku tersenyum aku melihat teman-temanku untuk yang terakhir kali , karena kami hanya memiliki waktu yang sedikit ketika bersama. Itulah yang kupikirkan.
Kemudian mereka ke kuil untuk mencuci tangan dengan air kuil, Rika kesusahan mengambil sapu tangan di sakunya kemudian Kanji meminjamkan miliknya pada Rika. Mereka melanjutkan perjalanan ke sisi lain kuil, tempat dimana mereka berdua bisa melihat pemandangan kota
Rika : Kamu datang ke Tokyo dari kota ini?
Kanji : Iya begitulah
Rika : Bagaimana kau menyukai Tokyo
Kanji : Hmm Tokyo punya para ahli dan juga penipu. Tempat ini (kota kelahiran kanji) mungkin lebih cocok untukku. Tapi aku juga menyukai Tokyo.
Rika : Pernahkah kamu berfikir untuk kembali kesini? Pernahkah kamu berharap kamu dapat kembali ke masa-masa itu, masa-masa dimana kamu menghabiskan masa kecilmu disini?
*kanji menggeleng*
Rika : Kenapa?
Kanji : Aku sudah melakukan banyak hal dan bertemu banyak orang yang membuatku seperti sekarang. Aku tidak bisa membuang semua kenangan dengan semua orang yang telah kutemui.
Rika : Apakah aku termasuk?
Kanji : Iya (nada yakin)
Rika : Good (Yokatta, dengan ceria)

Entah kenapa saya suka perbincangan mereka mungkin ini yang membuat Rika bisa melepaskan Kanji. Pada adegan terakhir Rika mengatakan akan memberikan kesempatan jika Kanji datang ke stasiun di waktu yang ditentukan. Waktu itu Kanji masih bingung, tapi akhirnya ia memutuskan datang dan mengejar Rika. Ternyata Rika sudah tidak ada dan malah pergi 5 menit sebelum waktu yang ditentukan. Saya pikir apa yang diputuskan Rika luar biasa, meskipun Kanji kembali kepadanya tetapi ia masih membutuhkan waktu untuk berfikir kalau memang yakin maka Kanji akan ikut saat itu juga. Mereka berpisah dengan kenangan masing-masing, Rika sendiri cukup senang dengan kenyataan bahwa mereka pernah bersama dan Kanji pernah benar-benar menyukainya.

Untungnya ending Tokyo Love Story yang membuat banyak orang nangis bombay untuk Rika Akana tidak diikuti “adik-adiknya”. Yang saya maksud disini adalah dorama Jepang selanjutnya dengan genre yang sama seperti Love Generation, Long Vacation, Perfect Love dan lainnya. “Rika Akana” dari dorama-dorama tersebut berakhir bahagia dengan “Kanji”. Meskipun endingnya tidak sesuai harapan, jika anda adalah penggemar dorama saya pikir wajib untuk nonton Tokyo Love Story. Lagipula tidak semua kisah cinta berakhir bahagia, mungkin akan ada kisah cinta lainnya dan di drama kisah itu terpotong dan belum dilanjutkan.

Tag : Japanese Dorama


Review Drama Jepang Love Generation

8 comments
Akhirnya DVD yang saya pesan datang, dan pilihan pertama saya untuk artikel "reply 2000" adalah dorama Jepang, Love Generation. Drama Jepang ini memang sangat nge hits waktu itu, meskipun orang akan lebih banyak mengingat Long Vacation. Bagi saya melihat Love Generation lebih menarik dibandingkan Long Vacation yang justru bosan ketika melihat episode pertama. Mungkin karena saya dari awal memang lebih suka melihat Takuya Kimura dan Matsu Takako, bahkan sejak mereka bermain di Long Vacation, meskipun akhirnya tidak bersama. Drama ini mengudara di Jepang sejak tahun 1997, tetapi saya melihatnya untuk pertama kali pada tahun 2000an, yaitu ketika saya masih SMP.

Cast :
Katagiri Teppei - Takuya Kimura
Uesugi Riko - Takako Matsu
Takagi Erika - Norika Fujiwara
Katagiri Soichiro - Masaaki Uchino
Mizuhara Sanae - Junna Risa
Yoshimoto - Kawabata Ryuuta

Review :

Love Generation menceritakan tentang perjalanan cinta Teppei (Takuya Kimura) dan Riko (Matsu Takako). Sebenarnya ide cerita tidak jauh dari Long Vacation, yaitu gadis periang dengan seorang laki-laki cool. Teppei digambarkan sebagai tokoh utama yang masih dibayangi cinta pertamanya (Sanae yang diperankan oleh Junna Risa), Sanae selanjutnya menjadi tunangan dari kakak Teppei.

Love generation memiliki 11 episode sehingga alur cerita berjalan dengan cepat. Takuya dan Matsu Takako berhasil menyajikan chemistry yang luar biasa, dengan ide cerita yang sederhana drama ini berhasil menyampaikan banyak pesan. Ketika melihat drama ini, saya pun jadi ingat mengapa saya selalu condong ke drama Jepang dibandingkan Korea ataupun Mandarin. Saya suka dengan ekspresi Teppei yang "sangat laki-laki" dan keceriaan Riko yang menghiasi drama ini.


Selain hubungan antara Teppei dan Riko, drama ini menyajikan banyak sisi lain yaitu hubungan dengan keluarga dan teman/sahabat. Mata saya berair ketika sampai pada adegan ayah Riko mengantarnya ke stasiun ketika akan pergi ke Tokyo, jadi ingat hubungan saya dengan Bapak. Itulah drama Jepang, ia bisa mengangkat sesuatu yang biasa dan terjadi pada kehidupan sehari-hari menjadi sebuah drama. Jangan bayangkan drama ini penuh intrik ala drama Korea, drama ini justru sangat sederhana dan itulah mengapa ia spesial. Peran sahabat juga sangat penting dalam drama ini, Norika Fujiwara berhasil memerankan sahabat Riko dengan baik dan memegang peranan penting dalam hubungan Teppei dan Riko yang seringkali terjadi missed komunikasi.

Dalam drama ini ada tagline iklan yang sering muncul di beberapa adegan, tagline itu berbunyi "true love  never run smooth" dan model yang ada di iklan itu memegang sebuah apel kaca yang juga sering muncul di beberapa adegan. Tentu saja iklan dan apel itu punya tujuan dan cinta sejati memang butuh perjuangan.


Bagi saya, setiap kalimat di drama ini adalah quote, jadi jika saya harus menulis quote yang ada di sini, maka artikel ini akan penuh dengan quote. Yang jelas, selain tentang cinta drama ini tak lupa menyisipkan pesan tentang impian dari para pemerannya. Itulah sebabnya mengapa saya selalu lbh suka drama Jepang. Mungkin ia tak akan membuatmu terbuai dan termehek-mehek, tapi dari sesuatu yang sederhana dan sering terjadi di sekitarmu kamu bisa memetik banyak pesan.

Untuk menjaga mood saya yang sangat baik setelah menonton drama ini, saya putuskan untuk tidak marathon menonton film selanjutnya dan memilih untuk menghabiskan stok buku. Lucu juga, yang membuat saya move on dari drama Korea Nice Guy malah drama lama Love Generation. Entah ini bisa disebut move on atau move back. Padalah saya sudah berusaha melihat banyak drama, termasuk drama Song He kyo dan Jo In Sung tapi Love Generation yang memenangkannya. Bagi kalian penggemar Love Generation ada baiknya melihat drama ini kembali, karena ceritanya tidak pernah basi dimakan jaman (yaelah bahasa saya). Saya sendiri berencana membagikan filenya ke teman-teman terdekat yang mungkin juga merindukan drama ini.


Reply 2000

0 comments
Merasa pikiran saya penuh akhir-akhir ini karena nostalgia yang berkepanjangan, saya memutuskan untuk menulisnya. Daripada hanya memenuhi otak saja dan membuat dada sesak (halah lebay) ditulis mungkin lebih baik sekalian untuk mengabadikan kenangan kami (ceilehhh). Sindrom mau ditinggal nikah sahabat dekat sepertinya mempengaruhi psikologis saya untuk bernostalgia tentang apa yang telah kami lakukan selama ini.

Nia, sahabat saya yang akan menikah sepertinya juga melakukan hal yang sama. Dia juga sedang menulis tapi yang dia tulis sepertinya jauh lebih berat dari apa yang saya tulis karena dia sedang menulis novel, mungkin akan menjadi semacam semi- autobiografi, woww! Lalu saya? Ahh, nulis dua cerpen kemarin saja sudah membuat dada saya sesak dan pikiran tidak karuan, ternyata menulis bukan pekerjaan yang mudah. Apalagi kalau itu sebenarnya semacam semi-autobiografi pasti nulisnya sambil mukul-dada yang sesak, imajinasi saya selalu berlebihan ya!  Ya ya ya, sudah cukup ngocehnya back to the main topic.

"REPLY 2000"
Kali ini saya hanya ingin me-Reply tentang film, drama, lagu  dan apapun menyangkut idola yang menjadi kesukaan kami (terutama saya) pada tahun 2000an. Maklum kami saat SMP bukan cewek gaul yang jadi cheerleaders sekolah atau semacamnya, karena memang hal semacam itu tidak ada, tapi kalaupun ada kami mungkin tak akan memilihnya. Kami hanya siswa biasa, kerjaan kami belajar, membolos, contekan dan untuk saya yang tidak ketinggalan adalah berkhayal! Yang jelek-jelek tidak perlu ditiru karena kami menyesalinya.

Terinspirasi dari judul drama Korea yang berjudul Reply 1997, saya putuskan untuk memberikan judul Reply 2000 pada tulisan ini. Maklum konon katanya Reply 1997 ceritanya mirip dengan kami jaman dulu, yaitu siswa biasa punya sahabat kemudian menjadi penggemar dari para idolanya, tidak jauh berbeda dengan kami. Yap, ternyata dibelahan dunia lain ternyata ada orang yang kurang lebih merasakan masa remaja yang sama. Yang pertama saya akan menyebutkan list-list dari favorit saya, selanjutnya kalau ada kesempatan mungkin saya akan membuat link review per list tersebut, itupun kalau saya sempat jadi sementara saya akan mencoba bikin ulasan singkatnya disini.
Check This Out!

Movie (Film Lepas) Korea


1. Ditto
2. My Tutor Friend
3. Lover Concerto
4. The Classic
5. Taegukki
6. Wanee And Junah
7. Ill Mare
8. Windstruck
9. My Sassy Girl

Drama Seri Korea

1. Sunflower
2. Endless Love
3. Summer Scent
4. Winter Sonata
5. Beautiful Days
6. Glass Shoes
7. Tough Guys Love
8. All About Eve
9. Hotelier
10. Friends (Korea Jepang)
11. Tomato

Movie (Film Lepas) Jepang

1. Space Traveller
Satu film saja yang saya ingat di tahun 2000an, karena Cuma satu makanya sangat membekas. Beberapa julukan untuk teman kami diambil dari nama tokoh film ini.

Dorama Jepang
1. Long Vacation
2. Love Generation
3. Suzuran
4. Perfect Love
5. Strawberry On The Shortcake
6. Kamisama
7. Beautiful Life
8. Beach Boys
9. You’re My Madonna
10. Love 2000
11. Forbidden Love
12. Great Teacher Onizuka

Movie (Film Lepas) Mandarin

1. Time and Hide
2. Fly Me To Polaris
3. The Avenging Fist

Drama Seri Mandarin
1. Silence
2. The Outsiders
3. Star Blue
4. Sonic Youth
5. Meteor Garden I
6. Mars
7. Farewell FireFly
8. 100% Senorita Twins
9. MVP Lovers
10. Proud Twins
11. Wind and Cloud

Penyanyi Korea

1. Bo A
Penyanyi satu ini tidak perlu dibahas tentang kepopulerannya pada tahun 2000an. Lagunya menjadi hits di negara-negara Asia termasuk Jepang, selain bahasa Korea ia juga fasih bahsa Jepang dan Mandarin. You’re Still My Number 1!
2. Kangta T.O.P
Kalau di Reply 1997 tokoh utamanya mengidolakan Tony Ahn T.O.P maka saat itu saya sangat mengidolakan Kangta T.O.P.  Lagu Kangta yang jadi favorit saya adalah Propose. Seorang teman mengingat saya ketika melihat Reply 1997, ah jadi terharu :’)
3. T.O.P
4. S.E.S
5. Fink KL
6. T.T.M.A

Penyanyi Jepang

1. Utada Hikaru
Utada merupakan salah satu penyanyi yang saya koleksi albumnya. Sesuka apapun saya pada penyanyi kalau nggak suka banget, juga ngga akan bela-belain beli kaset. Tapi untuk Utada Hikaru, saya memberikan pengecualian karena memang saya cocok sama lagu bahkan liriknya. Dari dulu saya suka dengan lagu dengan tagline “Tokyo” dan ada satu lagu nya yang berjudul Tokyo Night yang merupakan salah satu lagu favorit saya.
2. Ayumi Hamasaki
3. Smash
4. V6
5. Do As Invinity
Lagu-lagu  DAI banyak mengisi OST dorama dan anime, jadi wajar kalau saya memasukkannya sebagai penyanyi yang saya sukai saat itu.
6. Kat-Tun
7. Laruku
8. Hirai Ken

Penyanyi Mandarin

1. Wang Lee Hom
Sempat menjadikannya salah satu icon idola saya, sampe punya satu buku besar dan isinya semua artikel berita yang berisi tentangnya. Dan saya menyadari sekarang, rasa suka itu sebenarnya agak dipaksakan karena saya ingin fokus pada satu hal (satu idola), sayangnya tidak bisa. Waduhh, saya benar-benar mengerikan! haha
2. Jay Chou
Nah ini nih, meskipun saya tidak terlihat sangat menyukainya tapi lagu-lagunyalah yang mengisi kaset rekaman saya. maklum saya hidup di desa dan sangat sulit untuk beli kaset aslinya, jadi biasa merekam lagu-lagu favorit dengan kaset kosong.
3. Vic Chou
Salah satu personal F4 yang paling saya suka suaranya dan sempat mengeluarkan album solo.
4. F4
Hoo, siapa sih yang nggak tahu F4 di tahun 2000an? Serial ini meledak di seluruh Asia saat itu dan menjadikan para pemainnya sebagai idola Asia.
5. 5566
Saya pikir 5566 tidak kalah keren dari F4, serialnya MVP Lover juga lumayan terkenal.

Kalau saya baca lagi tulisan di atas, ternyata banyak hal yang saya sembunyikan dulunya. Sesuatu yang sepertinya saya sangat suka, bisa jadi sebenarnya biasa saja. Dan sebaliknya, saya sangat suka tapi memilih untuk menyukainya diam-diam. Ternyata kebiasaan ini tidak hanya ada di kehidupan cinta saya tetapi juga mempengaruhi cara saya menyukai berbagai macam hal yang berbau Asia Timur. Eh kok malah curhat, uppsss! hahaha