Nice Guy (The Innocent Man) Episode 3-5

0 comments
Episode 3
 

Maru mulai menyelidiki Eun Gi dan mendekatinya, Eun Gi memiliki hobi menaiki sepeda motor dan melakukannya di track yang sulit, sampai akhirnya Ma Ru muncul di tengah jalan dan menantangnya untuk balapan. Eun Gi jatuh dari motor dan hampir jatuh dari tebing, tapi akhirnya Ma Ru menyelamatkannya. Sementara itu motor Eun Gi masih dibawah dan hampir jatuh ke dasar, Eun Gi menangis seperti ingin mengambil sesuatu. Ma Ru melarangnya dan mengatakan “kau bisa membelinya lagi”, Eun Gi menangis sambil memanggil-manggil ibunya. Akhirnya Ma Ru memberanikan diri untuk mengambil sebuah boneka yang ada di dalam tas dengan menggunakan tali pengaman. Tali yang menahan tubuh Ma Ru putus. Ma Ru terjatuh dan terluka. *kalo saya jadi Ma Ru pasti terheran-heran melihat Eun Gi yang menangis hanya demi sebuah boneka

Bukan Seo Eun Gi kalau langsung berterima kasih pada Maru, dia datang menjenguk Ma Ru untuk bertanya siapa dia dan apa yang diinginkan darinya. Ma Ru menanggapinya dengan cool, dia cm bilang apakah itu yang diajarkan orang tuamu? “Jika kau ingin berterima kasih ucapkan terima kasih, dan jika merasa bersalah maka meminta maaf, itulah yang diajarkan orang tuaku”. Maru menyuruh Eun Gi pergi dan membuat Eun Gi malah penasaran dan bertanya-tanya, mengapa? Disinilah awal ketertarikan Eun Gi pada Ma Ru.

Episode 4-5

Pada kedua episode ini yang paling berkesan adalah ketika Ma Ru dan Eun Gi berjanji untuk berkencan dan bertemu di Benteng Hirosake. Eun Gi menunggu sampai malam, Ma Ru terlambat karena pergi menemui Han Jae Hee. Dia terlambat karena harus menyelamatkan Han Jae Hee yang terjun ke laut karena melarangnya menemui Eun Gi. Setelah membawa Han Jae Hee, Ma Ru meninggalkannya dengan wajah cool dan berlari mencari Eun Gi.

Eun Gi ternyata masih menunggunya, Ma Ru  bertanya “Bagaimana bisa kamu masih disini menunggu? Apa yang akan kau lakukan jika aku tidak datang?”


Eun Gi menjawab “Dan aku akan tetap menunggumu sampai kau datang. Jika kamu menunggu, orang yang kamu tunggu akan datang”. Ketika Ma Ru bertanya apakah Eun Gi memakai Make Up, Eun Gi menjelaskan, bahkan ia sekarang memakai dress untuk pertama kalinya, tidak bisa membuka kaki, dia berfikir bisa mati karena tidak nyaman. *saya terharu melihat Eun Gi malam itu, Eun Gi yang dingin dan arogan tiba-tiba berubah seperti anak gadis abg yang sedang jatuh cinta. Dan saat itulah untuk pertama kalinya mereka berciuman, meskipun palsu. Karena saat itu Ma Ru terlihat tidak antusias, pandangannya tidak tertuju pada Eun Gi, tetapi pada hal lain. *uhh poor Eun Gi

Tag : Korean Drama

Link Review Nice Guy (The Innocent Man) lainnya.

A Love Letter to Song Joong Ki

0 comments
Intermezo
Setelah sekian lama tertidur, saya bangun dan kembali addicted pada drama Asia Timur. Kali ini yang berhasil membangunkan saya adalah drama korea yang berjudul Nice Guy yang juga dikenal dengan judul The Innocent Man. Setelah beberapa hari mengikuti Running Man, saya menemukan artis yang sempat mencuri perhatian saya berkat aktingnya di Sungkyunkwan Scandal, Song Joong Ki. Setelah itu saya mulai mencari-cari drama dan film yang dibintanginya, dan akhirnya menemukan Nice Guy di hardisk teman kantor.

Saya tipe orang yang jika sesuatu, maka akan menghabiskannya sampai akhir, bagi saya artis yang saya sukai merupakan jaminan sebuah film/drama itu bagus, karena jika saya menyukai seorang artis/aktris bukan hanya tampang saja yang saya nilai, tp juga kemampuan aktingnya.

Saat SMP, saya masih ingat teman saya terheran-heran kenapa saya bisa begitu menyukai Lee Byung Hyun yang saat itu bermain dalam sebuah drama berjudul Beautiful Life. Bagaimana mungkin, karena Lee Byung Hun menurutnya jelek banget, hitam dan aneh, saya cuma bisa tertawa. Sampai akhirnya sekarang Lee Byung Hun menjadi seorang aktor besar dan berhasil menembus Hollywood berkat aktingnya di GI.Joe. Bahkan dia sempat berpacaran dengan artis yang terkenal sangat cantik yaitu Song Hye Kyo meskipun akhirnya kandas sampai akhirnya baru-baru ini dia menikah dengan seorang artis yang juga tak kalah cantik, yaitu Lee Min Jung. Lee Min Jung sempat bermain bersama Lee Min Hoo di Boys Before Flowers, berperan sebagai tunangannya.
Lee Byung Hyun dan Lee Min Jung, gambar di ambil dari sini

Cukup tentang Lee Byung Hyun, karena kali ini saya bukan membahas tentang idola saya yang lain, ini bukan tentang Takuya Kimura, Nicolas Tse, Ha Ji Won, Lee Seung Gi, Jo In Sung atau lainnya, kali ini saya ingin fokus pada Song Jong Ki dan Nice Guy.
Nice Guy merupakan drama yang sangat penuh dengan intrik dan kejutan, drama ini tidak hanya menceritakan tentang cinta termehek-mehek ala film korea, tapi juga balas dendam dan cinta yang sangat bertentangan. Sebuah drama percintaan yang mebuat kita penasaran setiap episodenya, bagi penggemar film korea yang sedang tidak sekedar mencari hiburan tetapi juga mencari tontonan yang berbobot, saya pikir drama ini sangat rekomended untuk dilihat. Dari nilai sempurna 10, saya memberinya nilai 9, karena jelas tidak ada drama yang sempurna bukan?

Plot/Alur Cerita
Cerita dimulai dengan kisah seorang mahasiswa kedokteran bernama Kang Ma Ru (Song Jong Ki), Kang Ma Ru tidak hanya memiliki memiliki kecerdasan yang luar biasa sebagai calon dokter, tetapi ia juga memiliki hati yang lembut dan hangat. Kang Ma Ru jatuh cinta kepada Han Jae Hee (Park Shi Yeon) yang merupakan tetangganya. Han Jae Hee merupakan wanita paling cantik di komplek tempat tinggal Ma Ru, anak dari seorang wanita penghibur dan mempunyai seorang kakak bernama Han Jae Sihk yang sering melakukan kekerasan terhadapnya.

Pada masa-masa sulit tersebut, Han Jae Hee banyak mendapatkan bantuan dari Ma Ru, mereka besar dan tumbuh bersama. Ma Ru adalah rumah bagi Han Jae Hee, dan bagi Ma Ru, Han Jae Hee adalah cintanya. Sampai pada suatu malam ketika Han Jae Hee melakukan sebuah pembunuhan dan mengharuskan Ma Ru untuk menggantikan Han Jae Hee sebagai tersangka pembunuhan agar Han Jae Hee tetap melanjutkan impiannya sebagai reporter TV dan hidup dengan baik. Di malam yang sama, sebelum Ma Ru pergi ke tempat kejadian, Kang Cho Co adik Ma Ru sedang sakit, tetapi ketika Han Jae Hee menelpon dan mengatakan butuh bantuan, Ma Ru meninggalkannya dan lebih memilih untuk menyelamatkan Han Jae Hee.


Selama 6 tahun Ma Ru menghabiskan waktu di penjara, melepaskan statusnya sebagai seorang calon dokter dan bebas sebagai mantan narapidana. Saat bebas, teman Ma Ru, Jae Gil memberi tahu Ma ru bahwa Han Jae Hee menikah dengan seorang CEO grup Tae San. Adik Ma Ru, Kang Cho Co mengalami sakit dan membutuhkan uang yang banyak, pada kondisi tersebut sulit bagi seorang mantan narapidana untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Kang Ma Ru kemudian menjadi gigolo dan melakukan banyak penipuan terhadap wanita untuk sekedar mendapatkan uang. Mungkin ini akibat luka hati Ma Ru terhadap Han Jae Hee.

Pada sebuah perjalanan di pesawat Kang Ma Ru menyelamatkan seorang wanita yang sedang sekarat, dan ternyata wanita itu adalah Seo Eun Gi (Moon Chae Won) yang merupakan anak tiri dari Han Jae Hee. Seo Eun Gi adalah wanita dingin yang tidak pernah mengekspresikan perasaannya, arogan dan selalu waspada. Setelah kejadian itu, banyak peristiwa yang membuat Ma Ru marah terhadap Han Jae Hee dan memutuskan untuk balas dendam. Balas dendam dimulai dengan menggoda Seo Eun Gi dan membuat Eun Gi jatuh cinta padanya. Dari sinilah konflik drama ini di mulai....


Oh ya perlu diketahui, screenwriter drama ini adalah Lee Kyung Hee yang juga penulis drama A Love to Kill dan I’m Sorry I love. Kedua drama ini cukup berkesan meskipun  saya tidak menontonnya penuh, denger soundtracknya aja udah nyesek banget.

Karena addicted saya pada drama ini belum berakhir, saya akan membuat ringkasan beberapa moment berharga yang ada di film ini.

Pulau Harapan Part II (Kepulauan Seribu)

0 comments
Pulau Bira, Pulau Kelapa Dua


 Setengah hari lagi waktu liburan kami habis, akhirnya kami putuskan ikut tour keliling pulau dengan menambah ongkos sebesar 30 rb. Tujuan pertama adalah pulau bira besar, airnya sangat bening, rasanya pengen nyemplung lagi. Tapi sayang di kapal ngga ada peralatan snorkling dan di dasar lautnya banyak bulu babi. Kami pun keliling pantai sambil foto-foto. di Pulau ini cukup luas dengan beberapa penginapan dari kayu, semacam resort gtu. Tapi karena tidak perpenghuni jadi kesannya tidak terawat, padahal benar-benar bagus lhoo.. Seperti pulau tempat peristirahatan.


Bener-bener pgn njebur lagi, tp mengingat ombak pasang dan kami yang akan pulang jam 11 nanti niat njebur saya urungkan. Waktu berlalu, guide lokal mulai ngingetin kami lagi untuk kembali ke Perahu untuk menuju tujuan selanjutnya yaitu penangkaran Penyu yang terletak di Pulau Kelapa Dua.


Sesampainya di pulau Kelapa Dua, terik matahari menyambut kami. Tidak seperti bayangan saya tentang penangkaran penyu, di pulau ini saya hanya melihat deretan kelapa dan pulau penduduk. Penangkaran penyu yang sudah saya kunjungi sebelumnya ada di pulau Bali, disana pengangkaran penyu memiliki satu pulau khusus untuk penangkaran penyu dan hewan lain. Sementara itu di pulau ini, didominasi oleh rumah penduduk. Eits,, tapi tunggu dulu, rumah penduduk disini beda lhoo.. Ini desa yang dikelilingi pantai, tapi rumah penduduk di pulau kelapa dua berbentuk rumah panggung. Berdasarkan informasi orang-orang, disini tinggal suku bugis, makanya rumahnya pake rumah panggung.

Setelah  berjalan beberapa saat akhirnya ditemukan tempat penangkaran penyu. Dengan tiket seharga 3000 rupiah, kami masuk ke dalam dan pegang-pegang penyu sepuasnya,.. hihihi
Di sebelah penangkaran penyu, ada budidaya manggrove. Saya membayangkan, kalau budidaya ini berhasil tempat yang gersang dan panas ini pasti akan lebih baik karena banyak pohon. Smoga pohon-pohon Manggrovenya cepet tumbuh...

Akhirnya kami pulang menuju penginapan, setelah beres-beres barang, akhirnya kami menuju kapal menuju Muara Angke yang sudah bersandar di dermaga. It's hard to say goodbye to this vacation..


And I believe, a thousand miles always begins with a single step.


Pulau Harapan Part I (Kepulauan Seribu)

0 comments

Muara Angke, Pulau Harapan, Pulau Matahari, Pulau Gosong, Pulau Bulat

Setelah ditunda selama 2 minggu akhirnya kami berngkat untuk ikut tour ke pulau harapan. Kali ini kami tidak backpacker tapi menggunakan jasa travel dengan biaya 280rb include penginapan, jelajah pulau, snorkling dan kamera underwater, makan 3x, exclude kapal PP. Penundaan dilakukan karena cuaca buruk, dan alhamdulillah kami berangkat pada tanggal 30 November 2013 ketika cuaca sangat cerah.

Saya menginap di kosan teman, di daerah kota tua. Paginya kami bertiga naik taxi menuju Muara Angke. Kali ini supir taxinya agak cerewet, mungkin karena nggak mau becek dan macet kami diturunkan di jembatan menuju muara angke dengan alasan macet. Karena lokasi pelabuhan cukup jauh dari jembatan, kami melanjutkan dengan naik odong-odong, cukup asyik karena kalau kami tetap naik taxi kami pasti tidak bisa merasakan bau khas muara angke yang benar-benar "mempesona". Sesampainya di Pelabuhan, kami membeli tiket seharaga Rp 40rb untuk masing-masing penumpang dengan tujuan terakhir pulau harapan.

Pulau harapan terletak dibagian paling ujung kepulauan seribu, dibanding pulau bidadari atau pramuka. Dengan perjalanan 3 jam cukup untuk membuat kami tidur dan terlelap di kapal. Sudah terlihat seperti imigran gelap yang mau di ekspor loh!
Sesampainya di Pulau Harapan kami disuguhi pemandangan yang indah, lautnya bersih, buat saya yang belum pernah ke kepulauan seribu ya ngiler2 gtu. Dan makin ngiler ketika disambut telur gulung ala kepulauan seribu, hmmm enaak!!!

Pulau harapan tidak memiliki pantai berpasir di ujungnya, karena seluruh pulau dikelilingi oleh pantai yang sudah di cor dengan beton. Tujuan wisata kami memang bukan pulau harapan meskipun judul tournya pulau harapan, karena objek wisata yang sebenarnya adalah pulau di sekeliling pulau harapan. Karena pulau harapan berpenghuni, pulau ini dijadikan tempat singgah bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi pulau-pulau disekitarnya.

Setelah beristirahat sejenak dan solat dhuhur kami langsung naik kapal lagi, jadwal kali ini adalah snorkling dan keliling pulau. Untuk spot pertama kami melakukan snorkling di area pulau matahari. Untuk saya yang ngga pernah snorkling cukup terwonder-wonder dengan keindahan taman bawah laut ciptaan Allah. Subhannallah, luar biasa indahnya.... Sayangnya kamera si Bapak ngga begitu bagus pas moto kita dan karangnya. Kameranya berembun, hiks hiks. Spot snorkling yang kedua entah ada dimana, yang jelas di tengah-tengah laut. Meskipun badan udah capek dan baju udah mulai kering kena angin laut, saya memutuskan njebur lagi.

Setelah snorklingnya puas dan badan terasa mulai benar-benar capek akhirnya kami jelajah pulau. Tidak sesuai jadwal yang ada di itenary, kami seharusnya ke pulau bira, pulau kelapa dan lainnya. Tp Pak guidenya ngajak kita ke pulau gosong. Saya suka pulau ini, sebuah pulau yang tidak berpenghuni dan bahkan tidak ada pohon sm sekali. Hanya sebuah gundukan pasir putih bersih. Tidak menyangka kalau di Jakarta ada tempat seindah ini. Dan saya mulai menceburkan diri ke laut lagi,rasanya kayak anak kecil yang girang ketemu air. hihihihi...

Ke pantai kurang lengkap tanpa melihat sunset, kapal kami selanjutnya berlabuh di pulau bulat... Disambut gapura berbentuk gading gajah, kami pun berkeliling pulau. Pulau ini pas untuk melihat sunset, karena matahari tepat ada di depan.

Luas pulau yang tdk terllau besar memudahkan guide menemukan kami ketika kami jalan-jalan. Setelah puas menikmati sunset, kami melanjutkan perjalanan untuk pulang ke Pulau Harapan.

Setelah puas makan di tempat menginap, kami putuskan tidur, karena di sekeliling pulau tak ada pantai berpasir.

Street Food Festival La Piazza Kelapa Gading

0 comments
Setelah membatalkan acara nonton ke Grand Indonesia karena bangun kesiangan. Saya dapat inpo dari teman se Batch jaman pelatihan kalo ada Street Food Festival di La Piazza Kelapa Gading, wah deket banget sama kos, batin saya dalam hati. dilihat dari judul acaranya, bisa dibayangkan bakal ada makanan dimana-mana. La Piazza sudah menjadi gudang makanan sehari-hari, ditambah festival ini pasti lebih ramai lagi, dan akhirnya saya putuskan menengok kesana, kebetulan ada teman yang menginap dikos, jadi ada teman untuk sekedar incip-incip makanan.


Dari kos yang beralamat di Perumahan Walikota Kelapa Gading, Jakarta Utara, kami naik angkot 37 langsung turun tepat di depan pintu masuk La Piazza. Sesampainya disana hujan gerimis tetapi suasana cukup ramai, karena bertepatan dengan jam makan siang. Kami berputar-putar untuk mencari makanan yang bisa mengisi perut yang kebetulan sedang kosong. Halaman La Piazza disulap menjadi festival makanan, semua ada disini, mulai dari Baso Sapi sampai makanan mall ala Sushi Tei.




Pada awalnya kami tergoda untuk mencicipi sate madura, tapi eits tunggu dulu. Bukannya kami udah sering makan sate madura ya? Kyknya kudu coba yang lain deh, yang memang belum pernah kami coba. Datang ke food festival seharusnya memang nyoba sesuatu yang beda. Kalau ada festival gini, masalahnya bukan lidah lagi tapi sudah atau belum pernah mencoba bukan?Dan akhirnya kami memilih masakan Thailand meskipun yang dipilihpun ujung-ujungnya nasi goreng!


Kami memesan satu kotak nasi goreng seharga 25rb, isinya lumayan banyak, cukup untuk 2 orang dan uniknya kami bisa mencampur 2 jenis nasi goreng dalam satu pesanan seharga 25rb. Waktu itu kami memilih Salty Fish dan Tom Yam Fried Rice. Untuk rasa? mmm saya pikir saya bukan Pak Bondan yang bisa netral menilai makanan, meskipun akhirnya tidak habis tapi rasanya tidak buruk kok. Maklum lidah saya ini benar-benar lidah Jawa, bukan cuma medoknya saja ternyata. Oh ya betewe eniwei yang paling penting adalah ketika membayar ternyata ngga bisa pake uang cash sodara-sodara!!! Acaranya ini disponsori oleh salah satu Bank yang dari tadi saya liat logo-nya, cm ngga nyadar aja kalo harus pake kartu debet atau kartu pra bayarnya. Kebetulan Banknya ini saingan berat tempat saya bekerja sekarang, jadi ya rada ga ikhlas pas harus beli voucernya seharga 100rb :'(. Tapi ya gmn lagi, nasi udah terlanjur dipesan,wkwkwkwk. Emang mau balik ke kos lagi kalo tau? ngga mgkn juga kan :D


Selain nasi goreng, kami juga mencicipi Thai Creep Sheet, saya suka karena manis, isinya telor campur kelapa, bisa bayangin ngga rasanya?hahaha. Kami juga sempat mencoba bakso, dan minumannya tetap teh botoh sosro. Baru kali ini juga beli teh botol pake kartu Pra Bayar. Teman saya berkali-kali bilang, La Piazza memang selalu menarik, dan saya mengamini kata-katanya. Di penat dan riuhnya Jakarta, daerah Kelapa Gading memang selalu menyejukkan (cie mentang-mentang tinggal disono), ada-ada saja acara yang dibuat, mulai dari rumah hantu sampai festival makanan, Indonesian Idol juga ada lho!


Hayooo buat anda yang suka Kuliner wajib dtg yaa, acaranya 21 November - 01 Desember 2013, masih ada waktu 1 minggu lagi!

Dan kartu Pra Bayar itu sisanya saya belikan jajan di Indomaret, untung ngga hangus :P

Review Film You're The Apple of My Eye

1 comments

Yah, let's go to the review of the most my favourite film now, You're the apple of my eye.



You're the apple of my eye adalah sebuah film Taiwan yang diangkat dari semi-autobiography si penulis sekaligus sutradara film ini, Giden Ko. It means, this is based on true story. Menceritakan tentang masa-masa SMA dan segala kegilaanya. Banyak yang membandingkan film ini dengan film Thailand Crazy Little Thing Called Love, Tapi menurut saya keduanya jauh berbeda meskipun sama-sama menitikberatkan pada tema yang sama, cinta pertama.


Cerita 5 orang sahabat yang menyukai dan mengejar gadis yang sama, Sen Chia Yi. Sen Chia Yi adalah seorang gadis pintar dan menarik di kelas, disukai banyak pria. Jika di dalam cerita Ko Ci Teng terlihat mengejar-ngejar dan sangat menyukai Sen Chia Yi seperti teman-temannya yang lain, maka menurut sudut pandang saya justru sebaliknya. Berbeda dengan teman-temannya yang mengidolakan Sen Chia Yi, awalnya Ko Ci Teng justru tidak begitu suka dengan Sen Chia Yi, ia malah mengidolakan seorang artis mandarin. Dia  tidak tertarik dengan Sen Chia Yi karena selalu jutek dan membencinya sebagai seorang siswa yang malas.



Ko Ci Teng dihukum untuk menggantikan Sen Cia Yi
Sampai pada suatu hari ketika Sen Chi Yi lupa tidak membawa buku Bahasa Inggris, dengan Ksatria Ko Teng meminjamkan buku padanya, sehingga dia yang di hukum bukan Sen Chia Yi. Disitulah benih-benih cinta Sen Chia Yi tumbuh, dia mulai menaruh perhatian dan peduli pada Koteng. begitu pula sebaliknya, Koteng perlahan menyukai Sen Chia Yi dan dengan blak-blakan mengungkapkannya. Sayangnya Ko Teng tidak pernah tau dan takut untuk tahu perasaan Sen Chia Yi yang sebenarnya.


Setiap moment dan percakapan yang ada di film ini cukup menyentuh dan banyak terjadi di kehidupan sehari-hari siswa SMA. Lebih mewakili kehidupan kita dibandingkan sinetron Indonesia. Meskipun ada beberapa scene yang sebenarnya tidak perlu, scene yang saya maksud misalkan tentang masturbasi dan yang lainnya. Untungnya hal ini tidak mengurangi esensi yang ingin disampaikan oleh Sang Sutradara sekaligus penulis dari buku "In Those Bygone Years, The Girl We All Went After".




Beberapa quote yang ada di film ini :

Dalam kehidupan manusia memang banyak usaha yang tidak membuahkan hasil - Sen Chia Yi-
Tidak seperti tes, setiap soal yang rumit pasti ada jawabannya. Dalam kehidupan nyata, ada beberapa hal yang selamanya tidak ada jawabannya -Ko Ci teng-
Membuat dunia ini berubah karena ada aku, meskipun hanya sedikit. (Dan kamu adalah satu-satunya orang yang akan membuat duniaku lebih baik) -Ko Ci teng-


Saat kelulusan, masing-masing dari mereka menyebutkan impiannya masing-masing, termasuk Ko Ci Teng Dan saya pikir Ko Ci Teng (Giden Ko), berhasil mewujudkan impiannya, karena melalui buku dan dan film ini dia berhasil membuat dunia berubah, meskipun mungkin hanya sedikit.
Dalam pertumbuhan menuju dewasa, hal yang paling kejam adalah perempuan selamanya selalu lebih dewasa dari laki-laki seumurnya. Kedewasaan seorang perempuan, tidak ada
satupun laki-laki yang bisa menampungnya. -Ko Ci teng-
Karena pernah kamu sukai, aku jadi sulit untuk merasa orang lain benar-benar menyukaiku - Sen Chia Yi-
Dalam percintaan, masa paling romantis adalah masa-masa pendekatan. Pada saat sudah benar-benar jadian,banyak perasaan yang akan hilang. Jadi aku berpikir, lebih baik aku
membiarkanmu mengejarku lebih lama - Sen Chia Yi-
apa kamu percaya dengan dimensi paralel?
Mungkin, di dimensi paralel itu,kita sekarang bersama
Benar-benar iri terhadap mereka ya
Terima kasih karena kamu telah menyukaiku
Aku juga suka, pada diriku yang menyukaimu saat itu - Ko Ci Teng & Sen Chia Yi-
Jadi, orang yang bisa mewujudkan impian, bukanlah selalu orang yang pintar. Melainkan orang yang tidak pernah menyerah -Ko Ci teng-
Aku salah...Ternyata, ketika kamu sangat-sangat menyukai seorang wanita. ketika ada seseorang yang mengasihinya, mencintainya. Maka kamu akan benar-benar dari hati yang paling dalam mendoakan dia, bahagia selamanya -Ko Ci teng-
Nyesek banget liat film ini, meskipun akhirnya "happy ending". Berbeda dengan crazy little thing called love yang endingnya menurut saya agak sedikit dipaksakan, film ini justru sebaliknya, endingnya benar-benar ciamik dan sangat menyentuh, saya benar-benar nangis bombay dibuatnya. Saya pikir, film ini tidak hanya mengharukan, tapi cukup bijak dalam menyajikan cinta yang sebenarnya, cinta yang tulus dan apa adanya *cielehhhh bahasa saya.

Kalau kita perhatikan, film Indonesia cenderung lebih berani. Bahkan film yang banyak dipuji semacam Ada Apa dengan Cinta, masih ada adegan ciuman  bibir anak SMA sedangkan film ini malah tidak ada. Indonesia bagaimana kabarmu? Bisakah menghasilkan film yang berkualitas tanpa memberikan contoh yang buruk? Saya hanya bisa bilang semoga...
Does first love never die?

Yes, but not means it will stay forever. True love did it.