5 (Lima) Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Berkunjung ke Korea Selatan

0 comments
Ketika melakukan sebuah perjalanan, terutama perjalanan ke luar negeri selalu ada tips ketika kita berada disana apalagi jika kita bepergian tanpa guide. Setiap negara memiliki ciri khas masing-masing sehingga ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, termasuk ketika kita pergi ke Korea Selatan. Dalam tulisan ini saya akan membahas beberapa point penting ketika kita berada disana.

Mata Uang Won
Ini adalah salah satu hal wajib yang harus kita persiapkan ketika pergi ke Korea. Sebelum berangkat, kami menukarkan uang secukupnya di Money Changer terdekat. Kebetulan di tempat kami tinggl, Kelapa Gading banyak terdapat Money Changer sehingga kami punya banyak pilihan. Karena antara satu Money Changer dengan yang lain berdekatan saya bertanya satu-satu dan mencari kurs yang paling murah. Bulan April 2015, saya membeli  1 won seharga 12,1 rupiah.

Sebelumnya ada teman yang baru saja pergi ke Korea menginformasikan kepada saya bahwa menukar won di Bandara Incheon lebih murah. Sehingga saya memutuskan akan menukar beberapa uang rupiah saya di Bandara Incheon. Nah ketika bertanya berapa kursnya, petugas menjawab menggunakan kalkulator dan menunjukkan angka 7 koma sekian. Kami syok kok bisa semurah itu, karena dalam kondisi buru-buru kami langsung girang dan menukar uang karena mengira kurs untuk 1 won adalah 7 rupiah. Setelah kami menerima uang, saya mulai menghitung lagi dan ternyata sebenarnya kami membeli 1 won dengan harga 13,5 rupiah. Angka yang ditunjukkan petugas adalah untuk 10 rupiah kami mendapatkan 7 koma sekian won. 

Dari cerita saya tersebut saya menyarankan sebaiknya kita menukar di Indonesia saja, karena kendala bahasa bisa berakibat fatal dalam setiap transaksi yang menyangkut keuangan. Mungkin yang dimaksud teman saya Money Changer murah bukan Money Changer yang saya pakai karena ternyata banyak Money Changer lain di Bandara Incheon. Menukar won di Indonesia memang lebih baik, karena kebanyakan toko-toko di Korea Selatan menggunakan kartu kredit dengan logo JCB sedangkan di Indonesia masih banyak yang menggunakan Master Card atau Visa.

T-Money
T-Money adalah salah satu komponen wajib ketika kita jalna-jalan di Korea Selatan. Banyak alat pembayaran sejenis T-Money, tetapi setelah membaca beberapa referensi saya memutuskan T-Money. Oleh karena itu ketika kami menginjakkan kaki di Bandara Incheon kami segera mencari Seven Eleven, salah satu tempat yang menjual T-Money sekaligus bisa isi saldo. Sebaiknya mengisi saldo T-Money di Seven Eleven atau semacamnya saja, karena kalau lewat mesin kita harus mengisi sendiri. Kami pernah melakukannya dan membutuhkan bantuan warga setempat.

T-Money dapat digunakan untuk membayar hampir semua jenis alat transportasi yang ada di Seoul dan beberapa kota lainnya. Kita bisa menggunakannya untuk membayar subway, bus dan taxi dengan lambang T-Money. Bahkan ketika di Busan dan Tongyeong yang termasuk kota kecil, kartu ini masih dapat digunakan untuk membayar bus. Di beberapa miniswalayan di kota Seoul seperti Seven Eleven dan GS25 kartu ini masih dapat digunakan sebagai alat pembayaran. Tapi ketika kami di Tongyeong, kami tidak bisa menggunakannya di mini swalayan karena kebanyakan mini swalayan disana hanya menerima uang cash. 

T-Money dapat juga digunakan untuk membeli tiket KTX, dengan catatan saldo T-Money sesuai dengan harga tiket karena jika kurang dari itu kita tidak bisa menambahnya dengan uang cash. 

Peta (MAP) Tempat Wisata Setempat
Korea Selatan adalah salah satu negara yang paling rajin mempromosikan negaranya sebagai tujuan wisata. Hal ini diimbangi dengan sarana dan prasarana yang mendukung dan persiapan yang matang termasuk banyaknya pusat informasi untuk para turis. Di pusat informasi inilah kita bisa mendapatkan map (peta) daerah wisata setampat. Biasanya pusat informasi ini ada di tempat wisata dan berlambang (i). 

Menurut saya peta yang harus kita miliki untuk pertama kali ketika berada di Seoul adalah peta subway, karena subway adalah transportasi paling mudah. Jika kita naik taksi sebaiknya menulis atau mengcapture tulisan tempat wisata dalam huruf Han Geul karena sebagian besar supir taksi tidak bisa bahasa inggris. Kalau kita sudah tau dalam bahasa Han Geul, kita tidak akan tersesat karena taksi disana menggunakan GPS.


Pakaian dan Musim Ketika Kita Berkunjung
Memilih pakaian adalah salah satu hal yang paling penting ketika kita berkunjung ke negera empat musim. Waktu saya berkunjung pada bulan April 2015 kemarin bertepatan dengan musim semi. Meskipun musim semi jangan bayangkan cuaca cerah seperti di Indonesia karena April baru memasuki musim semi sehingga suhu udara masih sangat dingin bahkan sempat 2 deracat celcius. Untungnya sebelum berangkat kami sudah browsing berapa suhu di Korea Selatan ketika kami berkunjung, sehingga jacket tebal sudah kami siapkan. Dan meskipun demikian kami tetap kedinginan.

Makanan
Nah kalau ini jelas harus dipikir dulu sebelum berangkat kesana, jauh-jauh hari udah pesen sama ibu di kampung makanan khusus untuk dimakan di Korea. Tugas saya bawa srundeng dan kering kentang dan teman saya bawa makanan padang instan. Karena kami menyewa hostel yang ada dapurnya, kamipun bisa masak atau sekedar menghangatkan makanan. Dan ternyata di minimarket banyak dijual nasi instan dan tinggal diangetin aja. Pernah beli onigiri di GS25, alhamdulillah Ahjumma penjual banyak membantu menjelaskan tentang isi dan kandungan onigiri. Awalnya saya memilih onigiri tuna, tapi ahjumma bilang itu ada babinya dan akhirnya dipilihkan onigiri lain yang ngga ada babinya.

Makanan kami selama di Korea Selatan
Kalau ingin main aman ya beli pisang buat pengganti nasi, jelas-jelas aman. Udah saya coba beberapa kali alhamdulillah kenyang :p

-----

Kelima hal diatas adalah beberapa hal yang harus diperhatikan selama disana. Selain kelima hal diatas masih banyak hal lain misalnya internet dan tempat serta waktu ibadah. Kedua hal tersebut tergantung itinerary (jadwal) kegiatan selama disana, pinter-pinter ngatur waktu aja.

Penginapan di kawasan Hong Dae Seoul, Studio 41St Hostel

1 comments
Selain tiket pesawat, salah satu kebutuhan pokok yang perlu kita persiapkan adalah penginapan. Oleh karena itu, sebelum berangkat kami mulai heboh dengan pemilihan penginapan. Yang jelas dari awal kami sudah sepakat untuk menginap di Hostel bukan Hotel. Meskipun sempat ditawari keanggotaan jaringan salah satu Hotel terbesar di dunia, kami sepakat sama-sama menolak karena merasa belum pantas untuk jalan-jalan mewah.  Dan tibalah kami mulai hunting penginapan slama di Korea Selatan.
Bangunan tampak luar
Dunia internet sekarang ini banyak membantu memudahkan berbagai macam transaksi, salah satunya adalah transaksi untuk hunting penginapan. Agoda.com menjadi situs favorit kami untuk booking penginapan, setelah melihat rating dan review yang ada disana kami memutuskan beberapa penginapan yang akan kami tinggali selama di Korea dan salah satunya adalah Studio 41St Hostel yag ada di Seoul. Lokasi Hostel berada di Hongdae, salah satu kawasan yang sering dijadikan tempat singgah untuk para turis. Dari awal kami memutuskan Hongdae sebagai kawasan tempat Hostel yang akan kami tinggali selama 4 hari saat jalan-jalan di Seoul.
Rooftop Hostel
Setiap orang punya preferensi masing-masing ketika memilih penginapan, kalau saya sendiri terpesona dengan Studio 41St Hostel gara-gara ada Rooftopnya. Kami sepakat untuk memilih kamar yang isinya cuma berdua untuk menjaga keamanan barang dan untuk kenyamanan kami sendiri. Untuk rate harga Hostel bisa di cek di web agoda, karena tiap waktu harga dan promo pasti berbeda-beda. Saat booking jangan lupa untuk merubah currency dalam rupiah. Hostel juga memiliki web sendiri alamatnya di www.studio41st.com.

Pertama kali menuju Hostel ini kami datang dari Bandara Incheon, sesuai petunjuk kami naik AREX di dan turun di Stasiun Hongik University. Setelah beberapa kali menuju penginapan dari Stasiun Hongik University, kami menyimpulkan bahwa yang paling dekat dengan penginapan adalah pintu keluar 2 (exit number 2) yang menuju starbuck yang ada di ujung jalan.

*Google Map


*Kamar Tidur

Kami memilih double bed lengkap dengan kitchen set di dalamnya. Kamar sangat nyaman dan isinya lengkap karena ada kompor, mesin cuci, tempat cuci piring, lemari es, televisi sekaligus komputer dan kamar mandi. Beberapa gambar dibawah ini bisa menjelaskan bahwa penginapan ini sangat bersih dan nyaman untuk ditinggali. Karena perlengkapan dapur yang cukup lengkap, kami bisa memasak dan memanaskan makanan kami. Bahkan kami bisa mencuci beberapa baju, supaya ketika pulang tidak banyak baju kotor yang harus dibawa. Saat kami kesana suhu usaha cukup rendah berkisar antara 2-10 derajat celcius sehingga AC tidak dinyalakan, meskipun tidak ada pemanas ruangan suhu di dalam kamar cukup hangat.


Tempat Tidur
Dapur dan Toilet
Lemari Es
*Ruang Makan untuk Breakfast

Salah satu ciri khas Hostel adalah sarapan gratisnya, begitupun juga Studio 41st Hostel yang menyediakan sarapan gratis untuk tamu. Sarapan dimulai jam 8 pagi dan biasanya disediakan roti. Untuk yang muslim sebaiknya bertanya terlebih dahulu tentang daging yang ada di roti tersebut, apakah babi atau sapi. Kalau ingin aman bisa menggantinya dengan selai buah. Karena kami membawa makanan dari rumah, jadi kami ke ruangan hanya untuk minum dan nyemil saja. Saya beruntung karena meskipun teman saya ini berbeda kepercayaan dengan saya, ia tidak bisa makan tanpa nasi sehingga kami sama-sama sepakat bahwa sarapan itu ya wajib nasi!!! Ruang makan cukup nyaman dan yang jelas bagus buat foto-foto!haha
Menu Sarapan

Ruang makan yang cukup nyaman
Nah di ruangan ini saya menemukan satu gambar yang menjelaskan bahwa sebenarnya Studio 41St Hostel satu grup dengan Travelers Planet dan B&B Guesthouse. Saat booking Hostel salah satu Hostel yang menarik perhatian saya adalah Travelers Planet tapi sayang saat itu sudah full. Sepulangnya dari Korea, saya minta foto kami saat di Hostel kepada staf di Studio 41St Hostel dan mereka menawarkan untuk menginap di Travelers Planet jika ke Korea lagi.

Grup Hostel

*Pelayanan/Service

Excellent! Adalah kalimat yang tepat untuk menggambarkan pelayanan selama disana. Kami dibantu oleh dua orang staf yang cukup ramah yaitu Evy dan Ariel. Keduanya sangat koperatif dalam memberikan informasi kepada kami dan bahasa Inggris mereka cukup lancar. Meskipun kami punya itinerary, setiap harinya kami selalu bertanya terlebih dahulu kepada salah satu dari mereka sebelum berangkat ke tempat tujuan.
Foto bersama Ariel
Menurut saya Studio 41St Hostel salah satu penginapan yang recomended saat itu traveling ke Korea. Cukup sekian untuk review dan informasi tentang salah satu penginapan di Seoul, Korea Selatan Studio 41St Hostel. Untuk pertanyaan lebih lanjut bisa tinggalkan di kolom komentar atau twit ke @ranichanstory. Terima kasih!

Descendant of The Sun, Drama Come Back Song Joong Ki Setelah Wajib Militer

0 comments

Descendant of The Sun (DoTS) adalah salah satu drama yang paling dinantikan di akhir tahun ini. Kim Eun Sook sebagai penulis skenarionya dan budget besar yang akan dikeluarkan oleh KBS, serta konfirmasi dari para pemain utamanya membuat drama ini menjadi project besar di tahun 2015. Seperti yang kita ketahui, 4 pemeran utamanya telah memastikan diri bergabung di drama yang rencananya release di semester kedua tahun 2015 ini. 

Song Joong Ki

Song Hye Kyo
Song Joong Ki (Nice Guy) memastikan diri sebagai pemeran utamanya, Yo Shi Jin seorang kapten yang bertugas dipasukan PBB, Song Hye Kyo (Full House, That Winter The Wind Blows) berperan sebagai seorang dokter bernama Kang Mo Yeon. Sedangkan secondlead adalah Jin Goo(Athena, The Goddes of War) sebagai Seo Dae Young, Kim Ji Won (The Heirs) sebagai Yoon Myeong Jo.


Jin Goo. Gambar diambil dari sini
Kim Ji Won saat di The Heirs
Jika Song Joong Ki dan Song Hye Kyo adalah pemeran lama bagi saya, maka tidak untuk kedua secondlead. Kim Ji Won dikenal sebagai Rachel, tunangan Kim Tan yang diperankan Lee Min Ho dalam drama The Heirs sedangkan untuk Jin Goo meskipun telah melihat beberapa drama dan filmnya, saya belum bisa begitu mengenalnya. Kabarnya Onew Shinee yang disebut-sebut mirip Song Joong Ki juga ikut bergabung dalam drama ini. Kita tunggu saja bagaimana Kim Eun Sook dan tim produksi bisa membuat drama ini menjadi drama yang layak ditunggu.

Onew
Jujur saja antusiasme saya pada drama ini masih terfokus pada Song Joong Ki yang baru selesai wajib militer pada tanggal 26 Mei 2015. Meskipun saya adalah Chae Ki shipper (Moon Chae Won – Song Joong Ki), saya senang ia bisa beradu akting dengan aktris sekaliber Song Hye Kyo. Di artikel yang saya baca Song Hye Kyo pernah memuji akting juniornya, Moon Chae Won. Dan itu artinya ia melihat drama Chae Won yang kemungkinan adalah Nice Guy ketika ia beradu akting dengan Song Joong Ki. Dalam wawancara terbarunya saat melakukan pemotretan dengan Elle, Song Hye Kyo juga memuji Song Joong Ki, calon lawan mainnya di DoTS. Song Hye Kyo mengatakan “Song Joong Ki sebenarnya adalah type yang sangat maskulin dan berbeda dengan penampilannya yang “cantik”. Aku sendiri berfikir ia adalah seseorang yang baik ketika melihatnya sopan pada orang yang lebih tua dan aktingnya juga bagus”.

Artikel terbaru tentang Song Joong Ki mengatakan bahwa ia baru-baru ini menyumbang dana kepada PBB untuk korban gempa. Kalau dipikir-pikir sesuai dengan peran terbarunya sebagai pasukan PBB yang berperan di daerah Konflik. Song Joong Ki tidak sendirian, ia menyumbang sebesar USD 100.000 bersama artis Korea lain seperti Lee Min Hoo, IU dan Song Il Gook (masing-masing menyumbang USD 100.000), Park Shin Hye (USD 28.000). 
Moon Chae Won
Sementara Song Joong Ki sudah mendaratkan pilihannya pada Descendant of The Sun, lawan mainnya di Nice Guy Moon Chae Won belum ada kabar sama sekali. Fans Chae Won sudah rindu pada kemunculannya di layar kaca, film terbarunya yang baru direlease Januari 2015 kemarin bersama Lee Seung Gi belum cukup membuat puas penggemar. Berita terbaru di Naver Moon Chae Won di kabarkan menjadi salah satu Artis Top Korea pilihan orang metropolis. Ia berada di peringkat kelima setelah Gong Hyo Jin, Ha Ji Won, Lee Bo Young dan Jun Ji Hyun. Duo Nice Guy ini memang benar-benar daebak!!!

Akhir tahun ini, persaingan drama sepertinya sangat ketat. Jika KBS dengan drama Descendant of The Sun, maka SBS sudah mempersiapkan Sae Guk nya Six Dragon Flying dengan Yooh Ah In dan Baek Jin Hee sebagai pemeran utamanya. Six Dragon Flying kabarnya juga akan bertabur bintang, Yoon Kyun Sang, Byun Yo Han dan Jung Yumi diperkirakan akan bergabung. Dan belum lagi kabar burung terakhir adalah tawaran drama terbaru untuk Lee Sung Gi dan Yoon Seung Hoo dari MBC. Oh tidakkk mereka semua adalah favorit saya, tolong jangan buat mereka tayang secara bersamaan!!!

MURREE, Restoran Makanan Korea Halal di Itaewon Korea Selatan

0 comments

Itaewon adalah salah satu tempat yang wajib dikunjungi ketika kita berada di Seoul. Karena ditempat inilah, berbagai macam kultur bisa kita temukan. Saat menginjakkan kaki pertama kali disini kebanyakan yang kami temui sepanjang jalan adalah wajah non Korea, mulai dari Bule berkulit putih, India, Timur Tengah dan lainnya. Tempat yang kami tuju di Itaewon adalah masjidnya, karena siang itu saya harus solat sebelum melanjutkan perjalanan.

Setelah menemukan masjid dan solat, kami pun memutuskan berburu makanan Korea Halal di Itaewon. Makan makanan Korea langsung di negerinya adalah hal wajib yang kami masukkan dalam list.  Meskipun teman seperjalanan saya non muslim, dia sangat menghormati saya dan menganjurkan agar makan makanan Koreanya di Itaewon saja. Setelah berjalan maju mundur mencari restoran Korea, kami memutuskan untuk masuk ke sebuah Restoran Halal Korea bernama “MURREE”.
Interior Restoran
Harga yang ditawarkan cukup terjangkau meskipun juga tidak murah. Menurut saya harganya masih masuk akal dan sesuai dengan menu yang disajikan. Dengan harga yang berkisar antara 12.000-20.000 won, kami memesan dua menu dan salah satu menu yang saya ingat adalah Bulgogi Dukbaegi. Rasanya enak dan nyaman di lidah, menurut kami rasanya jauuuh lebih enak dari masakan Korea yang dijual di Indonesia. 
Menu yang kami pesan

Menu pendamping
Setelah beberapa hari sebelumnya makan “srundeng” dan rendang instan, kami sangat senang bisa menyantap masakan Korea yang enak dan lengkap dengan sayurannya. Kimchinya sangat segar, jika biasanya kami menahan kecutnya kimchi ketika memakannya maka kali ini kami sangat menikmati ketika memakannya. Teman saya memesan green tea dan sangat harum sekali, warnanya tetap putih seperti air tapi aroma dan rasanya benar-benar berbeda. 

Pemilik restoran ini adalah seorang wanita yang sebenarnya berwajah “bule” dengan dibantu oleh seorang pramusaji laki-laki berwajah Korea Asli. Sayang sekali kami tidak sempat ngobrol panjang dengan pemilik restoran sehingga tidak bisa mencari tau lebih lanjut tentang restoran ini. Dengan pelayanan yang ramah dan rasa enak,  anda wajib mencoba “MURREE” jika berkunjung ke Itaewon. Berikut beberapa daftar menu dan harga yang ada di "MURREE"




*NB harga yang tertera adalah harga yang diambil pada tanggal 06 April 2015

Tag : Traveling, Culinary, Korea Selatan

Google Map

Tentang Sebuah Perjalanan

7 comments

Banyak yang bertanya kenapa saya tidak pergi ke Jepang dan memilih Korea, mereka bilang bukannya lebih bagus Jepang ya? Dan beberapa teman dekat juga menanyakan hal yang sama karena setahu mereka, saya dari dulu pengennya ke Jepang. Kalau tentang itu jawabannya satu, masalah finansial. Iya finansial, meskipun harga tiket ke Korea tidak jauh berbeda dengan ke Jepang biaya hidup sepertinya jauh berbeda. Saya sering membahas ini dengan teman seperjalanan yang sebenarnya juga prefer ke Jepang. Karena pengen ke Jepangnya ngga pengen tanggung-tanggung dan kebetulan tempat yang paling ingin saya kunjungi adalah Sapporo yang ada di pulau Hokaido, maka dengan budget yang kami miliki itu terdengar mustahil :p

Kemudian dari sisi religi banyak yang sekedar bertanya dan menasehati agar saya umroh terlebih dulu, kalau ini saya tidak bisa menjawab karena ini sesuatu yang bersifat sangat pribadi. Dan akhirnya saya pun tetap menjatuhkan pilihan ke Korea Selatan. Selain tempat tujuan teman seperjalanan adalah faktor yang sangat penting selama perjalanan. Saya termasuk orang yang beruntung karena teman seperjalanan saya ini mau menuruti kegilaan saya. Jika saya adalah seorang imajiner maka dia adalah realis yang sebenarnya.

Persiapan perjalanan kami menempuh perjalanan yang beliku-liku, selama 3 bulan kami benar-benar berhemat dan menahan diri untuk mengeluarkan uang. Belum lagi permasalahan remeh teman untuk persiapan aplikasi visa yang lain. Kami juga sering berdebat pemikiran tentang arti perjalanan ini, dan hal ini yang membuat kami lebih menghargai perjalanan kami. Untuk itinerary teman saya bertugas membuat jadwal perjalanan selama di Seoul, sementara saya kebagian luar kota (luar propinsi tepatnya). Meskipun saya berteriak curang kepadanya tetapi sebenarnya ini menguntungkan saya karena bisa memilih tempat sesuka hati. Mungkin karena dia realistis jadi dia memilih menyerahkan yang diluar jangkauan kepada pengkhayal seperti saya. Setelah senang bisa milih tempat yang ingin saya kunjungi, saya mulai pusing karena alamat yang saya temukan di google map cuma huruf han-geul. Disanalah perjuangan baru dimulai.

Awalnya kami berencana ke Jeju, kalau Jeju mungkin lebih mudah karena familiar dengan turis asing tapi kemudian kami berfikir selama di Seoul tempat-tempat yang kami kunjungi sudah cukup mainstream jadi ada baiknya kita pilih tempat yang agak beda. Nami island dan tempat lain di Seoul sudah cukup mewakili tempat yang wajib dikunjungi di Korea. 

Pertama kali menginjakkan kaki di negeri gingseng yang ada di batin saya  adalah “Indonesia jauh lebih indah” dan ini diamini oleh celetukan teman saya yang bilang “lihat rumput bandaranya masih coklat, coba kalau di Indonesia warnanya ijo seger”. Mungkin ungkapan ini terjadi karena badan kami yang menolak hawa dingin yang menyambut kami di hari pertama. Sepanjang jalan kami menggerutu “appaaa, ini musim semi kenapa dingin bangeeet???”

Sebuah perjalanan menjadi indah ketika kita sudah bersentuhan dengan kebudayaan sekitar. Hal yang membuat kami terkagum-kagum pada negara ini justru pada budaya dan manusianya. Di hari pertama, ketika kami kebingungan mencari penginapan, ahjumma-ahjumma memperhatikan kami, menyapa dan memberikan kami kopi. Mereka tau kami yang tersesat dan kedinginan, karena bahasa Inggris yang terbatas mereka mengenalkan kami pada Oppa ganteng yang akhirnya menunjukkan kami jalan ke penginapan.

Karena tidak memakai travel agent, kami bebas mengatur jadwal kami sesuka hati. Kami suka berjalan berputar-putar di area penginapan dan kota untuk mengamati kegiatan yang ada disana, kami sering melihat Bapak-Bapak di jam kerja yang memakai jas bermain di taman bersama anak-anaknya. Pernah juga melihat di sebuah pusat perkantoran di Seoul seorang Ibu dan anak bayinya menjemput ayahnya yang sedang bekerja, kemudian pulang bersama dengan bayi digendong si ayah. Dan banyak hal sederhana lain yang membuat saya ingin berteriak “wowww daebak”.

Kami bertemu dengan banyak orang baik selama di perjalanan. Kami juga bertemu dengan ibu hamil dari Bandung penggemar Running Man yang mengejar Jae Suk sampai Paju (perbatasan Korea Utara). Dengan ditemani suami ia berhasil bertemu dengan full member Running Man, katanya rejeki jabang baby karena sebelumnya ia sudah pernah mengejar sampai Singapura dan nginep satu hotel tetep ngga ketemu. Meskipun kami tidak bertemu anggota RM kami cukup senang mendengar cerita mereka, seperti merasakannya langsung.

Saat pertama kali ada di sebuah kota kecil di luar Seoul, saya mulai panik dan kebingungan. Apalagi kalau bukan karena huruf Han-Geul yang ada disana, belum lagi karena penghuni kota yang sepi dan tenang itu adalah para lansia dan hampir tidak ada anak muda sm sekali. Saya sudah siap dimarahi sama teman saya kalau tidak bisa nyampe penginapan, karena kota ini memang pilihan saya gara-gara pengen tau tenpat syutingnya mbak Chae Won sama mas Joong Ki. Ketika mau hampir frustasi saat menunggu bus, muncullah dua Unnie yang sebelumnya kami tanyai. Kali ini mereka membawa mobil dan menyuruh kami masuk, dan kami pun bengong untuk sesaat. Saya tidak begitu yakin karena seingat saya di google map jarak terminal dan penginapan kami cukup jauh. Dan ternyata kami benar-benar diantar ke penginapan!!! Ya ampuuuun baik banget mbak e (rasanya pengen teriak begitu).

Nyasar sudah menjadi makanan kami sehari-hari selama disana, dan kami justru puas karenanya. Badan kami benar-benar diuji, karena selama perjalanan kami juga harus menggunakan bahasa tubuh. Bahkan untuk membeli obat sejenis counterpain kami harus menjelaskan dengan sepenuh hati supaya dimengerti. Di bus yang kami naiki seringkali cuma kami anak mudanya, membuat saya berfikir dimana anak-anak mudanya. Apakah mereka sedang bekerja? Atau sekolah? Atau pindah ke kota besar semua?. Tidak ada yang menjawab karena tidak ada yang bisa kami tanyai.

Banyak kejadian-kejadian sederhana yang membuat kami bahagia, dan mungkin akan kami kenang sendiri. Banyak keindahan yang tidak bisa kami abadikan lewat lensa kamera meskipun koleksi photo jumlahnya mencapai ribuan karena beberapa keindahan hanya bisa diabadikan lewat lensa ciptaan Tuhan.
My first and the second dream both feels as if are further away than 10.000.000 km. Even if it rather far fetched, I believe in it. If you don’t give up your dream will come true. If you are fated then you will meet” Cha Young Shin - Healer


Tag : Daily

Drama Korea Tahun 2014 yang Wajib Ditonton, Misaeng Incomplete Life (TvN)

0 comments
Misaeng adalah salah satu drama yang fenomenal di tahun 2014. Mengangkat tema sehari-hari tentang kerja kantoran menjadikannya favorit masyarakat Korea Selatan. Akting para aktor serta kerja keras para kru terbayar lunas dengan antusias masyarakat dan rating tinggi. Episode terakhirnya menembus angka 10,4% menurut AGB Nielsen, angka yang luar biasa untuk stasiun TV kabel. TvN sepertinya membuat banyak terobosan baru untuk kategori drama, dengan mengangkat tema sehari-hari drama TvN banyak menarik perhatian diantaranya Reply Series (1997, 1994 yang di lanjut dengan Reply 1988), Marriage Not Dating, Lets Eat 1 & 2 dan drama lainnya.


Misaeng diangkat dari webtoon dengan judul yang sama, Misaeng bercerita tentang Jang Geu Re yang diperankan Im Si Wan, mantan pemain Baduk (Go) profesional yang diterima di perusahaan Trading One Internasional. Jang Geu Re hanya lulusan GED, semacam gelar untuk mengambil ujian di universitas dan ia diterima di perusahaan karena koneksi. Dengan status tersebut ia menerima banyak tekanan dari teman sebaya dan atasan. Alur ceritanya benar-benar sangat menarik dan membuat kita tidak ingin berhenti menontonnya. Saya sendiri merasa “terbawa” ketika menonton Misaeng. Kebetulan sebelumnya pernah bekerja sebagai Sales Ekspor dan rasanya “ngena” banget.

Karakter Tokoh Drama Misaeng, Incomplete Life 


Jang Geu Re akhirnya bisa melewati masa internnya dan dijadikan kontrak selama 2 tahun. Jang Geu Re mengalami suka duka sebagai anak baru bersama dengan ketiga teman barunya, Ahn Young Yi (diperankan oleh Kang Sora), Jang Baek Ki (diperankan oleh Kang Ha Neul) dan Han Seok Yool (diperankan oleh Byun Yo Han). 


Ahn Young Yi adalah salah satu pegawai baru yang cekatan dan cerdas, ia sangat cool dan bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Sebagai satu-satunya pegawai perempuan baru, ia berjuang dan bekerja layaknya pegawai lelaki yang lain. Di awal cerita Geu Re dan Baek Ki terlihat tertarik pada Young Yi, banyak adegan diantaranya ketiganya yang memorable. Saya sangat suka karakter Young Yi yang sangat kuat, penulis dan sutradara benar-benar mampu membangun karakter wanita pekerja di dalam diri Young Yi. 
Geu Re dan Seok Yool
Kang Ha Neul sangat cocok memerankan Jang Baek Ki yang cerdas dan  ambisius. Di awal cerita dia berhasil membuat saya sebal dengan karakternya yang sok ekslusif meskipun akhirnya Baek Ki juga berhasil meluluhkan saya. Sebagai salah satu mantan mahasiswa dengan prestasi baik, sikapnya yang nggak mau kalah sama Geu Re bisa dimengerti. Sedangkan Han Seok Yool digambarkan sebagai pegawai selengekan dan hobi nggosip, julukannya adalah “dog” karena ia sangat suka menguntit wanita. Tetapi dibalik sikapnya yang selengekan sebenarnya ia orang yang sangat peduli, terutama kepada karyawan bagian produksi yang ada di pabrik. Belum lagi di episode bagian akhir, dimana dia menulis surat yang sangat mengharukan kepada menajemen perusahaan tentang nasib Geu Re. Casanova satu ini berhasil membuat banyak penonton meneteskan air mata.

Oh Sang Sik yang mabuk dan membela Geu Re
Selain teman sebaya Jang Geu Re,  hubungan dengan atasan juga digambarkan di drama ini. Awalnya Geu Re tidak disukai oleh atasannya Oh Sang Sik (diperankan oleh Lee Sung Min) karena ia masuk karena koneksi dan ketidakmampuannya dalam bekerja. Berkat kerjakeras Gu Rae, Oh Sang Sik mulai menyukainya (meskipun tidak pernah mengakui sampai akhir episode). Titik awal hubungan keduanya mencair adalah ketika Sang Sik salah paham tentang kertas bekas yang terjatuh di lobi. Akibat kertas bekas yang terjatuh sembarangan, direktur marah dan mendatangi Sales Team 3, Tim yang dipimpin Oh Sang Sik. Secara otomatis semua orang memarahi dan menganggap rendah Geu Re termasuk Oh Sang Sik, sampai akhirnya Oh Sang Sik mendapati ternyata yang membuat kertas tersebut tercecer adalah teman Geu Re dari tim lain. Mengetahui hal itu Sang Sik mabuk-mabukan. Saat mabuk dan bertemu tim leader lain ia berceloteh sambil merengek “gara-gara anak buahmu, uri kaci=anak-anakku  terkena imbasnya. Kata-kata “uri” yang merujuk pada kami membuat Geu Re terharu karena setaunya Sang Sik tidak menyukainya, tetapi dalam kondisi mabuk malah membelanya sambil menangis. Adegan itu diulang-ulang sebagai penekanan bahwa Sang Sik memang membelanya dan sudah menganggapnya sebagai anggota tim.
Young Yi dan Tim Resourches
Lain lagi dengan teman-teman Geu Re, mereka semua mengalami kesulitannya masing-masing. Geu Re lebih beruntung karena dari awal intern sudah menjadi bagian dari Tim Sales 3, sementara yang lain harus menyesuaikan diri dengan tim lain. Young Yi bergabung dengan Tim Resourches, sebuah tim elit di One International karena disayang sama bos. Sebagai satu-satunya perempuan di timnya Young Yi mengalami diskriminasi. Hubungannya dengan senior tidak begitu baik, meskipun ia berusaha keras mencoba. Young Yi yang sangat bertalenta harus mengerjakan pekerjaan OB seperti fotocopy, bikin teh dan sebagainya, perjuangan Young Yi untuk diakui oleh seniornya patut diacungi jempol.
Baek Ki dan Manajer Kang
Baek Ki diacuhkan oleh seniornya, Kang Hae Joon. Hubungan senior junior ini sangat menarik karena mereka sama-sama pria ideal. Baek Ki merasa tidak disukai karena sering disuruh melakukan pekerjaan-pekerjaan mendasar seperti merangkum kalimat, bikin data dalam excel. Baek Ki yang merasa sudah memelajarinya di bangku kuliah dan sekolah langsung protes pada Kang Hae Joon, belakangan diketahui bahwa sebenarnya hal-hal dasar itulah yang dibutuhkan Team Steel. Karena baja punya spek yang detail sehingga untuk menyusun proposal yang diajukan ke bagian finance harus ada rumus-rumus tertentu. Saya suka sekali sm si Kang Hae Joon dan ngayal kalau saja juniornya Young Yi, pasti mereka saling jatuh cinta.  
Manajer Kang
Ketika hubungan Kang Hae Joon dan Baek Ki membaik, Baek Ki curhat ke Hae Joon tentang perasaan tidak nyamannya kepada Gu Rae. Hae Joon menasehati Baek Ki bahwa Baek Ki adalah bagian dari Tim Steel dimana bisnis untuk baja adalah jangka panjang yang membutuhkan ketekunan dan perhatian lebih. “Apa yang kau tunjukkan kepada orang lain tidaklah penting. Bahkan jika ini bukan pekerjaan yang keren, ini adalah pekerjaan yang penting. Mereka mungkin tidak dapat melihatnya, tetapi mereka tidak akan berfikir bahwa pekerjaan ini tak ada. Ada banyak orang yang mengorbankan hidupnya hanya untuk angka yang kita capai. Jika kamu tak dapat menemukan kepuasan diri dalam bekerja, ini akan sulit untuk diatasi.” Dan benar, meskipun Tim Sales 3 banyak mendapatkan perhatian karena aksi mereka yang menantang., Tim Steel lah yang mendapatkan award untuk penjualan dengan laba terbesar pada tahun tersebut.

Seok Yool dan Asisten Manajer Sung
Seok Yool adalah orang yang paling tahan mental diantara mereka berempat dan Tuhan memang adil memberikannya senior yang paling sulit dihadapi. Setidaknya senior Geu Re, Young Yi dan Baek Ki tidak licik jadi mereka masih beruntung. Sementara Seok Yool yang kantornya ada di lantai atas harus menghadapi senior yang licik dan mengakui pekerjaan yang telah dikerjakan Seok Yool. Posisi Seok Yool sangat sulit karena seniornya, Asisten Manajer Sung seringkali memutarbalikkan fakta dan membuat Seok Yool terpojok. Seok Yool yang easy going pun lama-lama terpojok, dan menurut saya ini yang membuatnya berubah menjadi lebih baik. Ia yang sangat selengekan akhirnya berupaya mengubah penampilan dan berangkat lebih awal agar dipercaya oleh atasan. Salah satu keistimewaan drama ini adalah detail perubahan karakter seseorang karena keadaan dan lingkungan sekitar, sebagaimana kita yang terus bertransformasi menjadi manusia baru tanpa kita sadari. Yang dulunya kuliah rambut gondrong, mau tidak mau harus merubah penampilan di tempat kerja yang baru.


Love Line Misaeng, Incomplete Life


Pertemuan Geu Re dan Young Yi terjadi ketika Young Yi akan mengkuncir rambutnya dan karetnya malah jatuh dan ditemukan Geu Re. Ketika Geu Re kebingungan dalam bekerja, ia dengan reflek menarik lengan Young Yi dan meminta pertolongan seperti anak ayam kepada induknya. Sifat Young Yi yang cool membuat hubungan keduanya natural. Dari sana saya menangkap wah, pasti mereka akan jadi couple di drama ini. Tapi ya karena Misaeng ini benar-benar menceritaka kehidupan sehari, hari saya tidak boleh berharap banyak. Di dunia nyata sendiri sering kali kita tertarik pada teman lawan jenis di awal kemudian berubah menjadi teman. Karena status Geu Re sebagai pegawai kontrak membuatnya merasa belum waktunya untuk berkencan.


Sementara itu hubungan Jang Baek Ki dan Young Yi yang awalnya sangat kaku mulai mencair. Beda sama Geu Re yang lebih banyak fokus dengan pekerjaannya, Baek Ki lebih sering memperhatikan Young Yi. Hubungan keduanya berjalan dengan natural sebagaimana teman sejawat.

Manajer Kang, Kim Dong Shik dan teman sejawat lainnya
Love line di Misaeng lebih banyak mengarah pada ikatan junior dan senior, atasan dengan bawahan, teman sejawat sebagaimana Jang Geu Re dengan Oh Sang Sik dan Kim Dong Sik, Baek Ki dengan manajer Kang, Geu Re dengan ketiga temannya, sampai Oh Sang Sik dengan tempat sejawatnya, Sun Ji Young.

Mengangkat Tema Sehari-hari

Tema yang diangkat Misaeng memang tidak biasa diangkat drama Korea. Alih-alih yang dibicarakan cinta termehek-mehek yang ada Cuma kerja dan kerja. Disini juga diangkat tentang bagaimana beratnya menjadi wanita pekerja yang menikah dan mempunyai anak. Tentang masalah diskriminasi di kantor untuk wanita pekerja dan pertengkaran dengan suami serta keluarga karena harus meninggalkan rumah untuk bekerja.

One International adalah perusahaan trading dimana terdapat hal-hal spesifik yang ditampilkan, beberapa istilah trading juga diangkat dengan detail di film ini. Karena saya pernah bekerja sebagai sales ekspor jadinya nyambung banget dengan istilah-istilah di film ini yang diangkat dengan detail. Rasanya benar-benar nyata, saya yakin bahkan untuk teman-teman yang bekerja kantoran pasti menemukan kesamaan, entah itu tentang masa-masa trainee, tentang permasalahan dengan atasan saat bekerja dan tentu saja tentang hidup kita yang terasa “incomplete/belum lengkap”. 
Mungkin ini yang biasa kita lakukan ketika curhat sesama anak baru.
Di behind the scene ditampilkan beberapa wawancara dengan penggemar yang kebanyakan adalah pekerja kantoran yang mengiyakan drama Misaeng yang menggambarkan kehidupan mereka. Baru-baru ini saya membaca wawancara Moon Chae Won, sebagai aktris ia tak ada bedanya dengan orang-orang yang ada di drama Misaeng.

Quote Misaeng, Incomplete Life

Dengan mengangkat tema permainan baduk yang sebelumnya ditekuni oleh Jang Geu Re, banyak perumpamaan dan quote yang ada di drama ini. 

A path is not simply for walking; its purpose lies in moving forward and improving oneself. A path that fails to do this is not a path. The path is open to everyone, but not anyone can walk it. Jang Geu Re

Your life is a collection of your choices. The choices you make in each moment makes up the quality of your life. Han Suk Yool

I took the one less traveled by, And that has made all the difference. Oh Sang Sik

Just because you forget a dream, doesn't mean that it stopped existing. In the same way, just because you don't see the road, doesn't mean the road doesn't exist. Oh Sang Sik

Tags : Korean Drama