Nice Guy (The Innocent Man) Episode 16-18

0 comments
Episode 16


Eun Gi dan Ma Ru kembali menyusuri jalan yang menuju ke rumah lama Ma Ru, saat berhenti di depan rumahnya Eun Gi mengatakan bahwa ia mengingat semuanya, tentang pengakuan dan keinginannya pada Ma Ru malam itu. Eun Gi kembali lagi bertanya, apakah itu mungkin? Ma Ru sejenak diam kemudian kembali mencium Eun Gi.


Malam itu mereka berencana akan menikah, Eun Gi terus berkhayal bagaimana jika mereka nanti menikah. Kemudian Ma Ru berkata “Eun Gi, mari menikah setelah ingatanmu kembali”. Ma ru mengatakan bagaimana jika kamu berubah pikiran ketika ingatanku lembali. Eun Gi menjawab itu tidak mungkin, tidak mungkin aku berubah pikiran.


“Bagaimanapun juga, sekarang bukan waktu yang tepat. Setelah ingatanmu kembali, jika kau tetap ingin menikahiku, jika kau masih menginginkan menikah dengan seorang lelaki brengsek seperti Kang Ma Ru, punya anak bersama dan tua bersamanya, mari kita menikah saat itu juga. Jika kamu merasakan hal yang sama, aku tidak akan melepaskanmu. Tidak peduli aoa yang akan terjadi, tidak peduli apa kata orang”

Jae Gil mulai tahu tentang penyakit Ma Ru dari senior Ma Ru ketika kuliah di kedokteran. Jae Gil menyuruh Ma Ru untuk operasi, tapi Ma Ru menolak. Kemudian mereka bicara, saat itu saya suka sekali dengan kata-kata Ma Ru.


“Satu diantara banyak kemungkinan. Jika sesuatu yang buruk terjadi ketika operasi. Jika aku mati ketika operasi terjadi di meja operasi. Jika aku kehilangan ingatanku atau aku lumpuh setelah operasi, akan jadi seperti apa Kang Ma Ru? Apa yang akan terjadi pada pria menyedihkan itu”

Ma Ru selalu berfikir tentang kemungkinan terburuk dalam hidupnya karena dia merasa itulah yang selalu terjadi dalam hidupnya.
  
“Saat ini aku sangat bahagia dan  hampir kehilangan kewarasan. Choco, kesehatannya membaik. Dan bahkan saat aku sendiri, aku bahagia dan menjadi hampir gila, Eun Gi yang aku tunggu datang kembali dan tidur di rumahku, berbagi meja makan, berangkat kerja bersama, pulang kerja bersama, dan setiap aku menoleh, dia melihatku dan tersenyum. Adakah yang lebih berharga dari semua itu? Aku hanya ingin menjalaninya lebih lama lagi. Setelah menjalani kebahagiaan ini lebih lama, aku akan melakukan operasi. Aku tidak akan mati, jadi jangan biarkan mereka tahu”


Keesokan paginya, Jae Gil, Eun Gi dan Choco memasak bersama, mereka bercanda dan tertawa riang. Sementara itu Ma Ru masih ada di tempat tidurnya, dia mendengar keceriaan mereka bertiga tapi tetap menutup mata. Dalam hati, Ma Ru berkata :
“Aku mendengar tawa temanku, adikku dan orang yang kucintai. Mereka adalah bagian dari mimpi yang paling indah, menyenangkan dan paling memukau di dunia yang dapat aku impikan. Aku takut membuka mata dan bangun dari mimpi indah ini. Aku takut untuk membuka mata. Untuk pagi yang indah ini, terima kasih karena telah memberikannya padaku. Aku tidak akan rakus dan meminta lebih”

Sementara itu Eun Gi mendekati Ma Ru yang masih tertidur, diam-diam mendaratkan sebuah ciuman di pipi Ma Ru.



“Sekarang, aku bahagia”

Ma Ru membuka mata dan tersenyum bahagia.

Sayangnya kebahagiaan ini tidak berlangsung lama, di akhir episode Eun Gi mulai kembali mendapatkan ingatannya kembali. Tetapi ia tetap meneruskan kepura-puraannya. Dia akan tetap menikah dengan Ma Ru. Ciuman terakhir di episode ini dilakukan tulus oleh Ma Ru, tetapi Run Gi melakukannya dengan hati penuh luka dan dendam.

 Episode 17



Ma Ru tahu kalau ingatan Eun Gi kembali, tetapi dia membiarkannya dan mengikuti rencana Eun Gi. Ma ru tidak tahu apa rencana Eun gi,tetapi apapun itu dia tidak ada dalam hidup Eun Gi. Ma ru membeli sebuah cincin, yang akhirnya ia simpan. Sementara itu persiapan pernikahan tetap berlangsung.



Di hari pernikahan, kabar tentang hubungan Ma Ru dan Jae Hee sampai ke tangan media. Hari itu, Ma ru tidak datang, dia datang setelah acara selesai dan membawa Eun Gi pergi berdua… Sementara itu Pengacara Park Jun Haa diberitahu oleh sekretaris Hyun bahwa yang menyebarkan berita itu ke media adalah Eun Gi, dia sudah melarang tetapi Eun Gi tetap melakukannya.


Eun Gi dan Ma Ru berbicara di mobil, Eun Gi masih memakai gaun pengantinya. Eun Gi bertanya pada Ma Ru kenapa ia tidak datang. Ma ru menjawab, dia sudah tau semuanya.


Episode 18


“Lalu kenapa kau tidak bilang jika sudah tau semuanya?”

Ma Ru bilang,dia mengikuti semua rencana Eun Gi kecuali rencananya tentang menyebarkan berita itu. Jika Eun Gi ingin menghancurkannya dan Jae Hee, tidak perlu seperti itu, Ma Ru tidak suka jika untuk menghancurkan mereka, Eun Gi harus menghancurkan diri sendiri. Eun Gi dengan sinis menjawab
“Malam itu saat ayahku meninggal, aku malah tergila-gila pada seorang pria, aku tidak sanggup untuk bertemu dengannya. Oleh karena itu, apapun akan kulakukan untuk menghancurkan kalian, meskipun itu menghancurkan diriku sendiri, itulah Seo Eun Gi. Kamu merasa bersaalah padaku kan,oleh karena itu kau memberiku tempat tinggal, makanan dan membuatku nyaman. Kali ini aku memberikan padamu kesempatan untuk lari satu kali”

Eun Gi terus menerus mengatakan perkataan tajam pada Ma Ru, dan MaRu hanya diam.Eun gi menyuruh Ma Ru meminjamkan telefonnya untuk menelfon pengacara Park untuk menjemputnya.
Pengacara Park datang dan menjemput Eun Gi, sebelum masuk mobil terlihat mata pengacara Park dan Ma Ru bertemu, pengacara Park memberikan hormat pada Ma Ru. Pengacara Park sepertinya mulai menghargai Ma ru dan menyadari, bahwa Ma Ru memang benar-benar menyukai Eun Gi. Karena dengan semua yang telah dilakukan Eun Gi sejak ingatannya kembali, Ma Ru yang mengetahuinya tetap ada di sisi Eun Gi dan tidak pergi.



Malam itu Eun Gi pergi ke hotel bersama Jun Haa (saya sebut Jun Ha, karena malam itu Eun Gi memanggilnya Oppa). Eun Gi pergi mandi, Jun Ha yang menunggu lama takut ketika Eun Gi tidak keluar dari kamar mandi setelah begitu lama. Jun Ha memanggil pihak hotel untuk membuka pintu kamar mandi, karena tidak ada jawaban dari dalam.Dia menemukan Eun Gi masih lengkap dengan gaun pengantinnya ada di bath up. Saat itu Eun Gi berbicara panjang lebar pada Oppa nya. Sambil menangis tersedu-sedu.




“Aku tidak bisa membencinya, Kang Ma ru. Seharusnya aku membencinya. Marah dan membencinya. Dengan semua usahaku,aku tidak bisa membencinya. B*jingan yang tidak mencintaiku. Karena telah menghancurkan hidupku, dia hanya merasa bersalah dan mengasihaniku. Dia tidak mencintaiku, sampai sekarang dia tetap mencintai Han Jae Hee. Dia menggunakanku, untuk mendapatkan Han Jae Hee. Dia mempermainkan seorang gadis bodoh yang kehilangan ingatannya. Aku mengulangi itu semua dan terus memikirkannya,tapi aku tetap tidak bisa membencinya. Oleh karena itu aku berfikir, setelah semua yang kulakukan,akan dapat mengakhiri semuanya. Hubungan diantara kami bertiga, jika aku mengatakannya pada semua orang, perasaanku yang tidak masuk akal pada Kang Ma Ru akan berhenti. Jika aku gila dan berkata “Bagaimana dengan di dunia ini tidak ada cinta yang tidak mungkin”. Karena jika aku bangkit dan kembali padanya, semua orang di dunia ini akan menghentikan kami. Oleh karena itu aku melakukannya. Aku melakukannya dengan baik kan? Ayah di surga akan bahagia kan? Tapi apa yang kulakukan, aku merindukannya, aku sangat merindukannya, aku merindukan Kang Ma Ru. Apa yang telah kulakukan, Oppa?”










Jun Ha ikut menangis tersedu-sedu….






Ma Ru tetap masuk bekerja seperti biasa, orang-orang menggunjingkannya tetapi ia terlihat tidak peduli. Sementara itu Jun Ha menghampirinya dan mengajaknya minum. Ia bertanya kenapa Ma ru sama sekali tidak menanyakan keadaan Eun Gi, apa yang Eun Gi lakukan, apakah ia terluka, apakah ia menangis dan menjalani hari yang berat atau dia telah melupakan Kang Ma Ru, makan dengan baik dan melakukan banyak hal dan hidup dengan baik. Apakah kamu tidak tertarik? Ma Ru mengatakan, ia tertarik, bahkan jika aku tertarik aku tidak akan bertanya padamu apapun.Kenapa tidak? Tanya Jun Ha..




“Karena jika dia telah melupakan Kang Ma Ru, makan dan hidup dengan baik itu akan menyakitiku dan sama jika jawabannya adalah kebalikannya. Itu akan tetap menyakitiku”

Kenapa tidak bertanya saja, bukankah jawabannya bisa mengejutkan. Ma Ru tidak perlu dan kemudian pamitan pada Jun Ha… Jun Ha heran dan sepertinya mulai mengagumi cinta Ma Ru dan Eun Gi, dan saya sendiri kagum sm Oppa Jun Ha…

Ma Ru merenung di ruang kerjanya, memegang HP dan mengetik nama Eun Gi dan berniat menelfonnya, tetapi sesaat kemudian private number memanggil HP maru, saat diangkat tidak ada yang menjawab yang terdengar malah lagu San Fransico-nya Scott Mckenzie, lagu kenangan Ma Ru dan Eun Gi. Ma Ru tau kalau yang meneleponnya adalah Eun Gi, mereka berdua sama-sama diam, hanya berbicara dalam hati

“Hi”
“Hi”
“Apakah kamu sudah makan siang. apakah kamu tidur dengan nyenyak"
“Bagaimana denganmu, apakah kau tidur dengan nyenyak. Apakah kamu merasa tidak nyaman”
 “Apakah kamu menjalani hari-hari yang berat. Sepertiku, aku menjalani hari-hari yang berat”
“Waktu itu kamu demam, memakai gaun pengantin yang sangat tipis. Apakah kau terkena flu?”
“Aku harap, kau tidak mengalami hari yang berat. Aku harap, kau tidak mengalami hari yang berat karenaku”
“Aku merindukanmu Eun Gi”




Semua percakapan diatas hanya ada dalam hati mereka, Ma Ru mengatakn rindu sekali lagi saat Eun Gi menutup telpon.

Jae Hee masuk ke ruang kerja Ma Ru dan minum disana sampai mabuk. Ma Ru mengantarkannya pulang, saat mengantar pulang, ia melihat Eun Gi dan seketika melepaskan tangan Jae Hee.Jae Hee yang mulai melantur, akhirnya diantar Ma Ru masuk ke kamarnya. Sementara itu, Eun Gi masuk ke kamarnya, duduk di dalam kamar dan merenung. Setelah dari kamar Jae Hee, Ma Ru masuk ke kamar Eun Gi, Ma Ru mengetuk pintu, tapi tidak ada jawaban kemudian ia masuk ke kamar. Dan menanyai Eun Gi yang tetap duduk mematung.

“Apakah kamu tinggal disini? Apakah kamu baik-baik saja? Apakah kamu sudah makan? Tidur dengan baik? Kamu tidak terluka kan?”

Eun Gi tetap mematung dan hanya menjawab semua pertanyaan Ma Ru dengan Hu um… Ma Ru bilang apakah Eun Gi tidak tau kata lain selain Hu  um.

“Jadi seperti ini kamarmu. Setelah tinggal di kamar seluas ini, pasti sangat berat bagimu ketika harus tinggal di kamar Cho Co.  Kamu tidak ingin menanyakan apa-apa padaku? Kalau tidak aku akan pergi”

Ma Ru meninggalkan kamar Eun Gi, dia keluar tetapi tetap mematung di depan pintu. Eun Gi ingin meyusul tetapi ia juga terhenti di depan pintu, lagu Really yang dinyanyikan oleh Joong Ki kembali mengalun di adegan ini.



Ma ru menghubungi Eun Gi lewat telefon, meskipun mereka sama-sama ada di depan pintu.


“Apakah tempat ini satu-satunya tempat yang bisa kau tinggali sekarang? Kenapa wajahmu terlihat begitu pucat? Aku tidak sanggup melihatmu yang terlihat  begitu buruk. Apakah Han Jae Hee memberimu makan? Apakah dia mengganggu dan menyiksamu? Aku akan pergi, hiduplah dengan baik dan selamat malam”

Link Review Nice Guy (The Innocent Man) lainnya.

Tag : Korean Drama

Nice Guy (The Innocent Man) Episode 13-15

0 comments
Episode 13


Pagi harinya, saat Ma Ru mandi dia menuliskan sebuah kata di kaca kamar mandi “Kebahagiaan”

“Ma Ru aku takut, suatu hari kamu akan bosan terhadapku. Jika aku berubah menjadi sangat mengganggu dan menyebalkan. Kamu akan pergi”
“Itu tidak akan terjadi, aku yang paling mengenal hatiku”






Eun Gi tidak sabar untuk mengembalikan ingatannya, dia pergi ke rumahnya sendirian. Ma Ru mencarinya, setelah tau Eun Gi pergi ke rumahnya, Ma Ru langsung menyusul. Sementara itu Jae Hee mengajak makan malam, Eun Gi memakan kerang dan akhirnya alergi. Sebenarnya malam itu Jae Hee sengaja menjebak Eun Gi dengan menyediakan makanan yang dibenci Eun Gi dan yang membuatnya alergi. Sampai pada akhirnya Ma Ru datang dan menyadari apa yang terjadi, dia mengajak Eun Gi pulang tanpa pamitan pada Jae Hee yang sedang ada di kamar Eun Suk.

Di mobil Eun Gi mengutarakan ketakutannya tentang dirinya sendiri, ketakutannya mengingat dirinya yang menyeramkan. Dengan serius Ma Ru menjawab “kalau begitu tetaplah seperti ini”. Kali ini Ma Ru serius, karena jika Eun Gi mengingat semuanya, dia akan terluka dan kembali membenci Ma Ru. Tetapi Eun Gi tidak mau, karena sebenarnya dia tidak menginkan memori apapun kecuali ingin mengingat kenangannya bersama Ma Ru.


Jae Hee datang ke rumah Ma Ru berniat ingin menemui Eun Gi. Ma Ru yang mengetahuinya khawatir dan menyuruh Eun Gi untuk tidak membuka pintu. Tapi saat mengetahui Jae hee ada di depan pintu, Eun Gi tidak tega dan membukakan pintu untuknya. Saat berbicara, Jae Hee bertanya tentang Cho Co dan Jae Gil, Eun Gi kebingungan dan bertanya bagaimana Jae Hee bisa mengenal keduanya. Jae Hee merasa aneh dan akhirnya menjelaskan tentu saja dia mengenal mereka, karena mereka adalah orang dekat Kang Ma Ru. Pembicaraan berlanjut tentang kenapa Jae Hee tidak suka Eun Gi bersama Ma Ru. Jae Hee menjelaskan tentang alasan Ma Ru mendekati Eun Gi adalah untuk membalas dendam pada Jae Hee.



Mendengar penjelasan Jae Hee, wajah Eun Gi pucat dan syok. Eun Gi kesakitan dan memegang kepalanya, kemudian Ma Ru datang. Han Jae Hee yang juga panik, diminta menyingkir oleh Ma Ru.






Setelah itu Eun gi dibawa ke rumah sakit, selama pingsan Ma Ru ada disampingnya, menungguinya sampai tertidur. Begitu bangun, Eun Gi menghilang dan malah tertidur di taman rumah sakit. Ma Ru marah, Eun Gi malah bertanya siapa Ma Ru.

Episode 14



Eun Gi kembali kehilangan ingatannya setelah kecelakaan. Dia tidak bisa mengingat Ma Ru, berjalan sendirian dan MaRu tetap mengikutinya di belakang. Akhirnya Ma Ru membawanya pulang ke rumah. Menjelang tidur Eun Gi membuang barang-barang yang ada di meja, dia berontak, Ma Ru terus memeganginya. Semakin Eun Gi berontak, Ma Ru memeluknya semakin erat dan akhirnya Eun Gi tertidur dipangkuan Ma Ru sampai pagi.



Jae Hee datang ke rumah, Ma Ru bertanya apa yang dikatakan Jae Hee ketika datang sebelumnya sehingga Eun Gi seperti itu. Jae Hee mengatakan, dia hanya menjawab pertanyaan Eun Gi karena Eun Gi yang ingin tau, dia hanya bercerita tentang Ma Ru dan itu bukan hal baru. Ma Ru makin emosi, si Jae Hee malah ga tau diri bilang

“Cinta bukan kesetiaan, cinta juga bukan rasa kasihan. Hanya karena kamu ingin mengembalikan semuanya kembali normal bukan berarti itu cinta. Itu hanya hati nuranimu. Cinta adalah apa yang kau berikan padaku. Setelah aku kehilangan itu, aku menyadari seberapa pentingnya cintamu. Alasan mengapa aku disini sekarang karena aku menyesal” 
*udah ya skip bagian ini, karena saya nggak suka,hahaha. Sebel dengan sikap GR si Jahe! Terlepas dari itu, sebenarnya si Jae Hee juga punya hati nurani, sepulangnya dari rumah Ma Ru dia bilang sebenarnya dia juga tidak begitu membenci Eun Gi dan malah mengasihaninya.



Eun Gi masih belum pulih, bahkan ketika Ma Ru memberinya Jus tomat dan susu, Eun Gi melempar semuanya. Sampai akhirnya tangannya berdarah karena pecahan gelas, tangan Eun Gi memegang celana Ma Ru.

"Kamu marah, memecahkan semua barang dan menjadi seperti ini setelah pingsan sebenarnya membuatku senang. Pada situasi ini, menjadi marah dan berang adalah hal yang wajar. Karena Seo Eun Gi yang selalu terlihat ceria dan senang, aku mengkhawatirkannnya. Karena aku pikir, mungkin kamu justru terluka di dalam. Mungkin jika itu mungkin, aku ingin melihatmu berteriak dan menangis. Apa yang kau bicarakan dengan Han Jae Hee? Apakah kamu menjalani hari yang berat karenaku? Apakah aku yang membuatmu seperti ini? Karena ingatan itu, karena kau ingin menyembunyikannya, kamu menjadi terluka seperti ini. Jangan bersembunyi dan biarkan semuanya keluar. Berhenti menyakiti dirimu sendiri dan sakiti aku. Berhenti memeberikan rasa sakit itu pada diri sendiri  dan sakiti aku. Kamu harus hidup dengan pantas supaya aku bisa pergi. Kamu harus bangun, supaya aku tanpa perasaan cemas, menghilang dari sisimu"





"Eun Gi menangis sampai tertidur…. Sementara itu Ma Ru kesakitan menahan sakit kepalanya...

Keesokan paginya Eun Gi bangun kembali, dia terlihat normal kemudian bercerita panjang lebar tentang mimpinya semalam. Mimpi tentang Ma Ru yang ada di mimpinya, dia bertanya kenapa Ma Ru yang ada di mimpi itu berbeda dengan Ma Ru yang ada sekarang.Ma Ru yang ada di mimpi adalah orang yang sangat jahat. “Apa yang akan kau lakukan jika aku memang jahat” tanya Ma Ru. Eun Gi menjawab tentu saja aku tidak akan memaafkanmu, karena kau adalah lelaki yang kupilih dengan mengabaikan ayahku. Ma Ru tertawa kemudian bilang “Baiklah lakukan itu, jangan lupa dan jangan menjadi lemah. Kamu harus melakukannya Seo Eun Gi”
 

Episode 15

Pada satu kesempatan Ma Ru menggunakan Jae Sik untuk mengancam Han Jae Hee agar menjadikan Eun Gi CEO dan berhasil. Ma Ru menyuruh Eun Gi untuk memulihkan ingatannya, karena jalan yang mereka tempuh akan semakin sulit tanpa ingatan Eun Gi.


“Mulai sekarang semuanya tergantung pada usahamu. Pertama, lakukan yang terbaik untuk mengingatku. Bawahlah aku keluar dari ingtakanmu. Jika kamu dapat mengingatku, semua ingatanmu akan kembali. Ingatlah aku, Eun Gi”


Mereka mulai jalan-jalan ke rumah lama Ma Ru, termasuk tempat di mana mereka putus saat melihat kota Seoul secara keseluruhan. Saat pulang, keduanya bertemu sepasang kekasih yang sedang berciuman. Dengan malu-malu Eun Gi bertanya kenapa Ma Ru tidak menciumnya? apakah mereka pernah berciuman? Bukankah mereka sepasang kekasih dan sudah cukup dewasa. Seharusnya mereka pernah berciuman bukan. Ma Ru menjawab tidak pernah, mereka tidak pernah berciuman, sambil mengingat saat mereka berciuman di benteng Hirosake. Karena Ma Ru merasa tidak melakukannya dengan tulus sebelumnya, makanya dia menjawab tidak pernah. Malu-malu Eun Gi melepaskan pegangan tangannya.



Malamnya, keduanya tidak bisa tidur, masing-masing memikirkan percakapan mereka sebelumnya. Eun Gi yang tidak bisa tidur, datang dan merengek-rengek membangunkan Ma Ru yang sudah mulai tidur. Eun Gi mengajak Ma Ru agar mengantarnta ke kantor, karena ingin belajar. Ma Ru yang ngantuk tidak kuat menolak ajakan Eun Gi dan akhirnya mengiyakan.


Sesampainya dikantor,baru beberapa lama Eun Gi sudah kembali tertidur. Ketika Ma Ru memegang kepala Eun Gi dan membangunkannya, Eun Gi membuka mata dan berkata “aku tidak tidur, aku tidak tidur” tapi tak berselang lama, matanya menutup dan tertidur kembali. Ma Ru hanya tersenyum melihat tingkah laku Eun Gi.


Min Young kembali menyeret Ma Ru ke kantor polisi, Eun Gi yang mengira bahwa yang melakukannya adalah Jae Hee, langsung mendatangi Jae Hee.  Eun Gi meminta untuk melepaskan Ma Ru dan mengakhiri semuanya, jika memang Jae Hee menginginkan Tae San maka ambil saja tetapi lepaskan Kang Ma Ru. Jae Hee syok dengan pernyataan Eun Gi, kemudian bertanya pada Eun Gi, apa yang telah Ma Ru lakukan padanya, bagaimana mungkin ia menyerahkan Tae San hanya demi lelaki seperti Ma Ru. Apakah Ma Ru mengancamnya atau mengetahui rahasia Eun Gi… Eun Gi menjawab, ia hanya memilih sesuatu yang ia sukai, antara Tae San dan Ma Ru ia lebih menyukai Ma Ru. Apakah itu tidak berlaku pada Han Jae Hee? Jae Hee menjawab


“Tidak hanya aku, tetapi juga semua orang di dunia. Apakah cinta memberimu makan? Untuk mendapatkan Tae San. Aku dapat membuang lelaki dan bahkan cinta, kapanpun itu. Kamu gila dan telah melakukan kesalahan”

Eun Gi menjawab ya, dan mengatakan  mereka tidak bisa melakukan apapun karena perbedaan pendapat tersebut kemudian ia pergi. Pengacara Park Jun Ha dan sekretaris Min Young sama-sama melongo melihat dua wanita yang dicintainya.

Pacar Eun Gi selama di Amerika, Kim Jung Hoon, kembali menemui Han Jae Hee dan Jun Ha. Mereka berdua memiliki misi yang sama menyuruh Jung Hoon menemui Eun Gi, yaitu untuk membuat Eun Gi menjauh dari Ma Ru. Jung Hoon mengajak Eun Gi minum kopi berdua dan mengenang kehidupan mereka selama di Amerika. Bagaimana mereka tinggal bersama, ciuman mereka dan lainnya. Tetapi di sisi lain, ingatan Eun Gi bersama Ma Ru kembali, Eun Gi menyadari bahwa apa yang diakatakan Jung Hoon tentang kenangan mereka adalah bohong, karena Eun Gi mengingat tentang pengakuannnya pada Ma Ru malam itu di rumah Ma Ru, bahwa ciuman di benteng Hirosake adalah ciuman pertamanya. Eun Gi pergi meninggalkan Jung Hoon dan pergi naik taxi ke kantor polisi untuk menemui Ma Ru.


Ma Ru keluar dari kantor polisi, sementara itu Eun Gi menunggunya keluar dengan wajah marah. Kang Ma Ru kau berbohong, aku tidak akan melepaskanmu, Eun Gi menatap Ma Ru dengan tatapan tajam. Ma Ru antara bingung dan takut, sebenarnya apa yang dipikirkan Eun Gi. Eun Gi kemudian berkata “Kamu bilang, kita tidak pernah ciuman? Kamu juga tak percaya padaku. Meskipun aku mengatakannya padamu sungguh-sungguh, kau tak percaya padaku.  Apa yang kita lakukan dulu, itu adalah ciuman pertamaku, aku berusaha keras saat memberitahukannya padamu. Tapi apa? Kita tak pernah berciuman? Aku malu” Eun Gi pergi dengan wajah malu… Ma Ru yang melongo kemudian mengejarnya.

“Seo Eun Gi, ingat ini baik-baik. Kali ini jangan pernah melupakannya, ingatlah baik-baik. Ini adalah ciuman pertama kita”

Ma Ru mencium Eun Gi dengan mesra dan penuh perasaan…Tentu saja ini adalah ciuman pertama mereka, ciuman pertama dua hati yang saling mencintai dan tulus. Ma Ru benar,inilah ciuman pertama mereka. Lagu Song Joong Ki, Really, kembali menghiasi adegan ini.. So sweet….

Han Jae Hee yang juga datang Cuma bisa melihat mereka berciuman dari dalam mobilnya, entah apa yang ia rasakan, mungkin ia baru menyadari sesuatu yang penting telah pergi dari hidupnya…

Link Review Nice Guy (The Innocent Man) lainnya.
Tag : Korean Drama

Link Review Nice Guy (The Innocent Man) lainnya.