Nice Guy (The Innocent Man) Episode 13-15

0 comments
Episode 13


Pagi harinya, saat Ma Ru mandi dia menuliskan sebuah kata di kaca kamar mandi “Kebahagiaan”

“Ma Ru aku takut, suatu hari kamu akan bosan terhadapku. Jika aku berubah menjadi sangat mengganggu dan menyebalkan. Kamu akan pergi”
“Itu tidak akan terjadi, aku yang paling mengenal hatiku”






Eun Gi tidak sabar untuk mengembalikan ingatannya, dia pergi ke rumahnya sendirian. Ma Ru mencarinya, setelah tau Eun Gi pergi ke rumahnya, Ma Ru langsung menyusul. Sementara itu Jae Hee mengajak makan malam, Eun Gi memakan kerang dan akhirnya alergi. Sebenarnya malam itu Jae Hee sengaja menjebak Eun Gi dengan menyediakan makanan yang dibenci Eun Gi dan yang membuatnya alergi. Sampai pada akhirnya Ma Ru datang dan menyadari apa yang terjadi, dia mengajak Eun Gi pulang tanpa pamitan pada Jae Hee yang sedang ada di kamar Eun Suk.

Di mobil Eun Gi mengutarakan ketakutannya tentang dirinya sendiri, ketakutannya mengingat dirinya yang menyeramkan. Dengan serius Ma Ru menjawab “kalau begitu tetaplah seperti ini”. Kali ini Ma Ru serius, karena jika Eun Gi mengingat semuanya, dia akan terluka dan kembali membenci Ma Ru. Tetapi Eun Gi tidak mau, karena sebenarnya dia tidak menginkan memori apapun kecuali ingin mengingat kenangannya bersama Ma Ru.


Jae Hee datang ke rumah Ma Ru berniat ingin menemui Eun Gi. Ma Ru yang mengetahuinya khawatir dan menyuruh Eun Gi untuk tidak membuka pintu. Tapi saat mengetahui Jae hee ada di depan pintu, Eun Gi tidak tega dan membukakan pintu untuknya. Saat berbicara, Jae Hee bertanya tentang Cho Co dan Jae Gil, Eun Gi kebingungan dan bertanya bagaimana Jae Hee bisa mengenal keduanya. Jae Hee merasa aneh dan akhirnya menjelaskan tentu saja dia mengenal mereka, karena mereka adalah orang dekat Kang Ma Ru. Pembicaraan berlanjut tentang kenapa Jae Hee tidak suka Eun Gi bersama Ma Ru. Jae Hee menjelaskan tentang alasan Ma Ru mendekati Eun Gi adalah untuk membalas dendam pada Jae Hee.



Mendengar penjelasan Jae Hee, wajah Eun Gi pucat dan syok. Eun Gi kesakitan dan memegang kepalanya, kemudian Ma Ru datang. Han Jae Hee yang juga panik, diminta menyingkir oleh Ma Ru.






Setelah itu Eun gi dibawa ke rumah sakit, selama pingsan Ma Ru ada disampingnya, menungguinya sampai tertidur. Begitu bangun, Eun Gi menghilang dan malah tertidur di taman rumah sakit. Ma Ru marah, Eun Gi malah bertanya siapa Ma Ru.

Episode 14



Eun Gi kembali kehilangan ingatannya setelah kecelakaan. Dia tidak bisa mengingat Ma Ru, berjalan sendirian dan MaRu tetap mengikutinya di belakang. Akhirnya Ma Ru membawanya pulang ke rumah. Menjelang tidur Eun Gi membuang barang-barang yang ada di meja, dia berontak, Ma Ru terus memeganginya. Semakin Eun Gi berontak, Ma Ru memeluknya semakin erat dan akhirnya Eun Gi tertidur dipangkuan Ma Ru sampai pagi.



Jae Hee datang ke rumah, Ma Ru bertanya apa yang dikatakan Jae Hee ketika datang sebelumnya sehingga Eun Gi seperti itu. Jae Hee mengatakan, dia hanya menjawab pertanyaan Eun Gi karena Eun Gi yang ingin tau, dia hanya bercerita tentang Ma Ru dan itu bukan hal baru. Ma Ru makin emosi, si Jae Hee malah ga tau diri bilang

“Cinta bukan kesetiaan, cinta juga bukan rasa kasihan. Hanya karena kamu ingin mengembalikan semuanya kembali normal bukan berarti itu cinta. Itu hanya hati nuranimu. Cinta adalah apa yang kau berikan padaku. Setelah aku kehilangan itu, aku menyadari seberapa pentingnya cintamu. Alasan mengapa aku disini sekarang karena aku menyesal” 
*udah ya skip bagian ini, karena saya nggak suka,hahaha. Sebel dengan sikap GR si Jahe! Terlepas dari itu, sebenarnya si Jae Hee juga punya hati nurani, sepulangnya dari rumah Ma Ru dia bilang sebenarnya dia juga tidak begitu membenci Eun Gi dan malah mengasihaninya.



Eun Gi masih belum pulih, bahkan ketika Ma Ru memberinya Jus tomat dan susu, Eun Gi melempar semuanya. Sampai akhirnya tangannya berdarah karena pecahan gelas, tangan Eun Gi memegang celana Ma Ru.

"Kamu marah, memecahkan semua barang dan menjadi seperti ini setelah pingsan sebenarnya membuatku senang. Pada situasi ini, menjadi marah dan berang adalah hal yang wajar. Karena Seo Eun Gi yang selalu terlihat ceria dan senang, aku mengkhawatirkannnya. Karena aku pikir, mungkin kamu justru terluka di dalam. Mungkin jika itu mungkin, aku ingin melihatmu berteriak dan menangis. Apa yang kau bicarakan dengan Han Jae Hee? Apakah kamu menjalani hari yang berat karenaku? Apakah aku yang membuatmu seperti ini? Karena ingatan itu, karena kau ingin menyembunyikannya, kamu menjadi terluka seperti ini. Jangan bersembunyi dan biarkan semuanya keluar. Berhenti menyakiti dirimu sendiri dan sakiti aku. Berhenti memeberikan rasa sakit itu pada diri sendiri  dan sakiti aku. Kamu harus hidup dengan pantas supaya aku bisa pergi. Kamu harus bangun, supaya aku tanpa perasaan cemas, menghilang dari sisimu"





"Eun Gi menangis sampai tertidur…. Sementara itu Ma Ru kesakitan menahan sakit kepalanya...

Keesokan paginya Eun Gi bangun kembali, dia terlihat normal kemudian bercerita panjang lebar tentang mimpinya semalam. Mimpi tentang Ma Ru yang ada di mimpinya, dia bertanya kenapa Ma Ru yang ada di mimpi itu berbeda dengan Ma Ru yang ada sekarang.Ma Ru yang ada di mimpi adalah orang yang sangat jahat. “Apa yang akan kau lakukan jika aku memang jahat” tanya Ma Ru. Eun Gi menjawab tentu saja aku tidak akan memaafkanmu, karena kau adalah lelaki yang kupilih dengan mengabaikan ayahku. Ma Ru tertawa kemudian bilang “Baiklah lakukan itu, jangan lupa dan jangan menjadi lemah. Kamu harus melakukannya Seo Eun Gi”
 

Episode 15

Pada satu kesempatan Ma Ru menggunakan Jae Sik untuk mengancam Han Jae Hee agar menjadikan Eun Gi CEO dan berhasil. Ma Ru menyuruh Eun Gi untuk memulihkan ingatannya, karena jalan yang mereka tempuh akan semakin sulit tanpa ingatan Eun Gi.


“Mulai sekarang semuanya tergantung pada usahamu. Pertama, lakukan yang terbaik untuk mengingatku. Bawahlah aku keluar dari ingtakanmu. Jika kamu dapat mengingatku, semua ingatanmu akan kembali. Ingatlah aku, Eun Gi”


Mereka mulai jalan-jalan ke rumah lama Ma Ru, termasuk tempat di mana mereka putus saat melihat kota Seoul secara keseluruhan. Saat pulang, keduanya bertemu sepasang kekasih yang sedang berciuman. Dengan malu-malu Eun Gi bertanya kenapa Ma Ru tidak menciumnya? apakah mereka pernah berciuman? Bukankah mereka sepasang kekasih dan sudah cukup dewasa. Seharusnya mereka pernah berciuman bukan. Ma Ru menjawab tidak pernah, mereka tidak pernah berciuman, sambil mengingat saat mereka berciuman di benteng Hirosake. Karena Ma Ru merasa tidak melakukannya dengan tulus sebelumnya, makanya dia menjawab tidak pernah. Malu-malu Eun Gi melepaskan pegangan tangannya.



Malamnya, keduanya tidak bisa tidur, masing-masing memikirkan percakapan mereka sebelumnya. Eun Gi yang tidak bisa tidur, datang dan merengek-rengek membangunkan Ma Ru yang sudah mulai tidur. Eun Gi mengajak Ma Ru agar mengantarnta ke kantor, karena ingin belajar. Ma Ru yang ngantuk tidak kuat menolak ajakan Eun Gi dan akhirnya mengiyakan.


Sesampainya dikantor,baru beberapa lama Eun Gi sudah kembali tertidur. Ketika Ma Ru memegang kepala Eun Gi dan membangunkannya, Eun Gi membuka mata dan berkata “aku tidak tidur, aku tidak tidur” tapi tak berselang lama, matanya menutup dan tertidur kembali. Ma Ru hanya tersenyum melihat tingkah laku Eun Gi.


Min Young kembali menyeret Ma Ru ke kantor polisi, Eun Gi yang mengira bahwa yang melakukannya adalah Jae Hee, langsung mendatangi Jae Hee.  Eun Gi meminta untuk melepaskan Ma Ru dan mengakhiri semuanya, jika memang Jae Hee menginginkan Tae San maka ambil saja tetapi lepaskan Kang Ma Ru. Jae Hee syok dengan pernyataan Eun Gi, kemudian bertanya pada Eun Gi, apa yang telah Ma Ru lakukan padanya, bagaimana mungkin ia menyerahkan Tae San hanya demi lelaki seperti Ma Ru. Apakah Ma Ru mengancamnya atau mengetahui rahasia Eun Gi… Eun Gi menjawab, ia hanya memilih sesuatu yang ia sukai, antara Tae San dan Ma Ru ia lebih menyukai Ma Ru. Apakah itu tidak berlaku pada Han Jae Hee? Jae Hee menjawab


“Tidak hanya aku, tetapi juga semua orang di dunia. Apakah cinta memberimu makan? Untuk mendapatkan Tae San. Aku dapat membuang lelaki dan bahkan cinta, kapanpun itu. Kamu gila dan telah melakukan kesalahan”

Eun Gi menjawab ya, dan mengatakan  mereka tidak bisa melakukan apapun karena perbedaan pendapat tersebut kemudian ia pergi. Pengacara Park Jun Ha dan sekretaris Min Young sama-sama melongo melihat dua wanita yang dicintainya.

Pacar Eun Gi selama di Amerika, Kim Jung Hoon, kembali menemui Han Jae Hee dan Jun Ha. Mereka berdua memiliki misi yang sama menyuruh Jung Hoon menemui Eun Gi, yaitu untuk membuat Eun Gi menjauh dari Ma Ru. Jung Hoon mengajak Eun Gi minum kopi berdua dan mengenang kehidupan mereka selama di Amerika. Bagaimana mereka tinggal bersama, ciuman mereka dan lainnya. Tetapi di sisi lain, ingatan Eun Gi bersama Ma Ru kembali, Eun Gi menyadari bahwa apa yang diakatakan Jung Hoon tentang kenangan mereka adalah bohong, karena Eun Gi mengingat tentang pengakuannnya pada Ma Ru malam itu di rumah Ma Ru, bahwa ciuman di benteng Hirosake adalah ciuman pertamanya. Eun Gi pergi meninggalkan Jung Hoon dan pergi naik taxi ke kantor polisi untuk menemui Ma Ru.


Ma Ru keluar dari kantor polisi, sementara itu Eun Gi menunggunya keluar dengan wajah marah. Kang Ma Ru kau berbohong, aku tidak akan melepaskanmu, Eun Gi menatap Ma Ru dengan tatapan tajam. Ma Ru antara bingung dan takut, sebenarnya apa yang dipikirkan Eun Gi. Eun Gi kemudian berkata “Kamu bilang, kita tidak pernah ciuman? Kamu juga tak percaya padaku. Meskipun aku mengatakannya padamu sungguh-sungguh, kau tak percaya padaku.  Apa yang kita lakukan dulu, itu adalah ciuman pertamaku, aku berusaha keras saat memberitahukannya padamu. Tapi apa? Kita tak pernah berciuman? Aku malu” Eun Gi pergi dengan wajah malu… Ma Ru yang melongo kemudian mengejarnya.

“Seo Eun Gi, ingat ini baik-baik. Kali ini jangan pernah melupakannya, ingatlah baik-baik. Ini adalah ciuman pertama kita”

Ma Ru mencium Eun Gi dengan mesra dan penuh perasaan…Tentu saja ini adalah ciuman pertama mereka, ciuman pertama dua hati yang saling mencintai dan tulus. Ma Ru benar,inilah ciuman pertama mereka. Lagu Song Joong Ki, Really, kembali menghiasi adegan ini.. So sweet….

Han Jae Hee yang juga datang Cuma bisa melihat mereka berciuman dari dalam mobilnya, entah apa yang ia rasakan, mungkin ia baru menyadari sesuatu yang penting telah pergi dari hidupnya…

Link Review Nice Guy (The Innocent Man) lainnya.
Tag : Korean Drama

Link Review Nice Guy (The Innocent Man) lainnya.

Nice Guy (The Innocent Man) Episode 11-12

0 comments
Episode 11


Saat Ma Ru berhasil menghentikan mobil Jae Sik dan memitingnya, eh si Eun Gi malah marah-marah dan melarang Ma Ru menyakiti Jae Sik. *Eun Gi salah paham dia mengira Ma Ru marah karena Jae Sik membawa Eun Gi ke Ma Ru. Eun Gi sama sekali tidak berfikir kalau dia dalam bahaya dan lagi diculik sama Jae Sik, Ma Ru yang syok dengan reaksi Eun Gi cuma melongo dan melepaskan Jae Sik.




Ma Ru marah dan membentak Eun Gi, si Eun Gi malah berpikir Ma Ru membencinya karena terus mengikuti dan terus memaksanya untuk mengingatnya. Eun Gi memutuskan pergi, Ma Ru yang marah dengan prasangka Eun Gi menariknya masuk ke arah mobil tapi Eun Gi tidak mau dan pergi sendiri dengan taksi. Eun Gi menangis sepanjang jalan karena sedih dengan keadaanya dan berpikir Ma Ru membencinya. Sedangkan Ma Ru meratapinya di dalam mobil sambil bergumam “Apa kamu tidak tau apa yang telah kulakukan untuk membuatmu menjauh? Apa yang bisa aku lakukan sekarang ketika kamu kembali? Seo Eun Gi, kau bodoh.” *nah tuh kan Ma Ru sengaja membuat Eun Gi menjauh dan mengatakan kata-kata kasar




Ketika persembunyian Eun Gi mulai terbongkar, Ma Ru diberitahu Jae Sik karena bahwa yang menyuruhnya untuk membawa Eun Gi adalah Jae Hee. Mengetahui Eun Gi dalam keadaan terancam Ma Ru segera menuju kediaman sekretaris Hyun, tempat dimana Eun Gi disembunyikan. Ternyata benar disana sudah ada orang suruhan Han Jae Hee. Sekretaris Hyun memberikan kunci rumah pada Ma Ru dan menyuruhnya membawa Eun Gi pergi, dia akan mengulur waktu agar orang itu tidak masuk ke rumah. Ma Ru menemui Eun Gi yang sedang membaca buku “The Boy who Cried Wolf”. *buku ini punya pesan tersembunyi, karena menceritakan tentang seorang anak yang sering berbohong di kejar serigala, ketika dia benar-benar dikejar serigala tidak ada yang percaya. Drama ini banyak sekali kebohongan yang diciptakan oleh tokohnya. Jadi ketika berkata kebenaran, sulit untuk dipercaya.


Eun Gi mengurung diri dikamar, Ma Ru menyuruhnya keluar dan menggebrak pintu, tapi Run Gi tidak bersedia membukakan pintunya. Sampai akhirnya Ma Ru bicara

“Kau dan aku... kita bertemu pertamakali di pesawat, kamu sakit dan pingsan. Tidak ada doktor saat itu, tanpa punya pilihan, aku yang drop out dari fakultas kesehatan harus melakukan pertolongan pertama. Kamu pingsan, jadi tidak bisa melihat wajahku. Pertemuan kedua, terjadi saat kecelakaan sepeda motor, boneka yang berharga untukmu jatuh di ujung tebing. Aku mencoba mengambilnya dan terjatuh saat melakukannya. “Kenapa kamu melakukannya? Apa yang kamu inginkan? Kalau kamu mati dan terjatuh siapa yang akan kau salahkan? Kamu menemukan target yang mudah, brapa yang kau inginkan dariku? Untuk pertama kalinya aku melihat seseorang dengan sikap seperti itu. Tidak terbentuk dan menyimpang, semua orang di dunia tidak bisa dipercaya dan menjadi musuh, Arogan, sangat percaya diri, dingin dan pilih-pilih. Wanita tanpa sopan santun, tidak tau berterima kasih ketika perlu, tidak tau meminta maaf ketika diperlukan.”
Eun Gi membuka pintu dan bertanya siapa?

Ma Ru mengatakan tak ada waktu lagi dan mengajak Eun Gi untuk melanjutkannya ketika mereka di mobil. Ma Ru berbicara banyak tentang Eun Gi yang tidak bisa mengatakan rindu ketika rindu, tetapi malah marah-marah dan bercerita kenangan mereka saat bersama. Setelah itu melalui telpon, Ma Ru menyuruh Jae Gil untuk mengemasi barangnya. Setelah sampai dan bertemu Jae Gil, Jae Gil syok dengan keadaaan Eun Gi dan masuk ke dalam rumah untuk menemui Ma Ru yang sedang berkemas. Jae Gil bertanya kenapa dengan Eun Gi kenapa dia tidak bisa mengingat Jae Gil, Ma Ru menjelaskan Eun Gi juga tidak mengingatnya.


Jae Gil heran dengan Ma Ru yang tiba-tiba ingin pindah setekah sekian lama, dan sekarang tiba-tiba mendadak tengah malam akan pindah. Ma Ru bilang karena Jae Sik tau rumah ini begitu juga dengan Jae Hee. Jae Gil bertanya panjang lebar




“Apakah karena Eun Gi kembali? Kamu menunggu Eun Gi slama ini? Kamu berfikir Eun Gi akan kembali dan akan mencarimu, jadi kamu tidak pindah? Kamu menyukai Seo Eun Gi? Bukan karena untuk balas dendam kepada Jae Hee, tapi kamu benar-benar menyukainya. Baiklah jika seperti itu, tidak masalah bagaimana Eun Gi kembali, selama Eun Gi kembali maka ini hal yang baik. Karena meskipun kamu menunggu Jae Hee seperti dulu, Jae Hee tidak pernah kembali. Benar kan?”
Ma Ru diam dan terus mengemasi barangnya, sepertinya ia mengamini kata-kata Jae Gil.

Selang waktu berlalu Jun Ha sms dan mengajak Ma Ru bertemu. Mereka berdua bertemu dan Jun Ha meminta tolong pada Ma Ru untuk membantu Eun Gi mengembalikan ingatannya dan kedudukannya sebagai Direktur Tae San. Ma Ru langsung menebak dan bertanya pada Jun Ha apakah Jun Ha menyukai Seo Eun Gi? Jun Ha hanya diam. Kemudian dia menjelaskan dan memohon kepada Ma Ru lagi dan mengatakan akan memberikan imbalan. Jun Ha berkata bukankah dari awal ini bukan cinta? Ma Ru kembali menimpali, bagaimana jika sekarang ini cinta? Jun Ha mengatakan akan menghalanginya dengan apa yang telah dilakukan Ma Ru dia akan melakukan berbagai cara sebagai seorang pengacara. Lagipula jika ingatan Eun Gi kembali, Kang Ma Ru akan menyingkir dengan sendirinya.

Pada kesepakatan akhir Ma Ru sepakat membantu Eun Gi dengan imbalan separuh dari Tae San, menurut saya sebenarnya ini hanya syarat abal-abal Ma Ru supaya dia terlihat brengsek. Pada dasarnya dia ingin membantu Eun Gi dan melindunginya (Pada percakapan ini tidak semua adegan ada di episode 11, karena adegan ini memiliki potongan yang lain di episode 12)

Episode 12





Pada hari pelantikan Jae Hee sebagai direktur Tae San, Eun Gi kembali dan memperkenalkan Ma Ru sebagai tunangannya. Dengan alasan kondisi kesehatan Eun Gi selama pemulihan dari kecelakaan, untuk sementara waktu Ma Ru akan menjadi wakilnya di perusahaan. Tentu saja hal ini membuat Jae Hee shock dan pusing 7 keliling.


Pada masa-masa ini saya sangat suka dengan Kang Ma Ru yang selalu ada di sisi Eun Gi, mengajari hal-hal kecil dan melindunginya dari ancaman nenek sihir Han Jae Hee dan Sekretaris Min Young. Eun Gi perlahan-lahan belajar mengembalikan ingatannya, dan sejak Ma Ru ada disisinya perkembangan Eun Gi cepat. Sekretaris Hyun mengatakan kepada Pengacara Park Jun Ha
 
“Sesuatu yang bernama cinta adalah keajaiban, menciptakan yang tidak mungkin menjadi kenyataan”

Saat Han Jae Hee mengundang Eun Gi dan Ma Ru makan malam, Ma Ru terlibat percakapan dengan Jae Hee saat Eun Gi masuk ke ruangan ayahnya. Saat Han Jae Hee bertanya mengapa Ma Ru melakukan semuanya, apakah dia ingin balas dendam? Bukankah Ma Ru sendiri yang bilang untuk tidak berurusan dengannya lagi. Ma Ru menjawab :

“Aku tidak bisa mengingat apapun tentang, tentang apa yang terjadi pada seorang wanita yang bernama Han Jae Hee, apa yang telah kulakukan demi wanita itu, cinta yang kumiliki untuk wanita itu (Ma Ru tidak mengingat semuanya). Satu-satunya orang yang membuatku tertarik sekarang, satu-satunya yang mengisi kepalaku, satu-satunya yang membuatku ingin ada di dekatnya, satu-satunya yang membuatku gila, alasan yang membuatku tidak bisa makan dan tidur, bukan Han Jae Hee tetapi Seo Eun Gi”


Kang Cho Co bercerita tentang ciumannya dengan Jae Gil baik yang disengaja ataupun tidak, juga tentang liburan mereka. Ia bertanya pada Eun Gi, bagaimana ia dengan Ma Ru? Eun Gi hanya menggeleng. Cho Co mengatakan “Tidak mungkin, playboy seperti kakakku sudah pergi ke Hongkong, Busan dan...” Cho Co menutup mulutnya, takut meneruskan ucapannya akan menyakiti Eun Gi. Kemudian Cho Co menyuruh Eun Gi untuk mengajak kakaknya pergi jalan-jalan dan berkencan. Eun Gi kembali menggeleng, ternyata dia malu untuk mengajak Ma Ru kencan. Sementara itu Ma Ru yang dari tadi mendengarkan percakapan mereka hanya tersenyum, si Ma Ru kayak malu-malu kucing mendengar percakapan mereka berdua.

Ma Ru tidak bisa tidur, sepertinya berpikir tentang percakapan Eun Gi dan Cho Co. Mendengar Jae Gil bersiul, Ma Ru membangunkan Jae Gil dan mengajaknya mengobrol. Ma Ru meminta saran pada Jae Gil tentang tentang tempat untuk berwisata dengan seorang wanita, apa yang dilakukannya ketika pergi berwisata. Jae Gil keheranan, karena merasa seharusnya Ma Ru lebih ahli mengenai ini. Bukankan Ma Ru adalah seorang playboy, Jae Girl tertawa. Sejenak kemudian Jae Gil menyadari, Ma Ru memang serius bertanya.

“Apakah kamu bertanya karena kali ini benar-benar serius? Kamu bertanya karena ingin pergi bersama Eun Gi? Ah makanya, karena kamu ingin memulai hubungan serius pertamamu. Tentu Saja, ini berbeda”

Jae Hil berkata “Lakukan seperti yang kamu lakukan bersama Jae Hee”. Ma Ru menjawab dia tidak ingat, dia benar-benar tidak ingat semuanya. *Tentu saja, karena dia sudah benar-benar melupakan Jae Hee



Kemudian keesokan paginya, Eun Gi terbangun di mobil Ma Ru lengkap dengan bed cover yang menggulung tubuhnya. Eun Gi keluar dan menghampiri Ma Ru yang duduk di pinggir pantai. Mereka pun berkencan, dalam hati Ma Ru berkata.


“Ayah, suatu hari seorang wanita datang dalam hidupku. Aku menyakitinya dengan kata-kata yang paling buruk yang pernah ada. Aku menjauhkannya sebisaku. Tetapi dia tetap kembali kepadaku."


"Dia mirip sekali denganku. Aku melihat diriku sendiri ketika aku melihatnya. Dia memiliki luka fisik yang sama denganku. Air mata yang ada di otakku, mengalir melewati hatinya. Aku memberikannya luka itu. Aku membuatnya menangis."


"Seharusnya aku tidak bertemu dengannya. Seharusnya aku tidak mengijinkannya masuk ke dalam hidupku. Ayah, aku menyesal. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku menyesal.”