Nice Guy (The Innocent Man) Episode 11-12

0 comments
Episode 11


Saat Ma Ru berhasil menghentikan mobil Jae Sik dan memitingnya, eh si Eun Gi malah marah-marah dan melarang Ma Ru menyakiti Jae Sik. *Eun Gi salah paham dia mengira Ma Ru marah karena Jae Sik membawa Eun Gi ke Ma Ru. Eun Gi sama sekali tidak berfikir kalau dia dalam bahaya dan lagi diculik sama Jae Sik, Ma Ru yang syok dengan reaksi Eun Gi cuma melongo dan melepaskan Jae Sik.




Ma Ru marah dan membentak Eun Gi, si Eun Gi malah berpikir Ma Ru membencinya karena terus mengikuti dan terus memaksanya untuk mengingatnya. Eun Gi memutuskan pergi, Ma Ru yang marah dengan prasangka Eun Gi menariknya masuk ke arah mobil tapi Eun Gi tidak mau dan pergi sendiri dengan taksi. Eun Gi menangis sepanjang jalan karena sedih dengan keadaanya dan berpikir Ma Ru membencinya. Sedangkan Ma Ru meratapinya di dalam mobil sambil bergumam “Apa kamu tidak tau apa yang telah kulakukan untuk membuatmu menjauh? Apa yang bisa aku lakukan sekarang ketika kamu kembali? Seo Eun Gi, kau bodoh.” *nah tuh kan Ma Ru sengaja membuat Eun Gi menjauh dan mengatakan kata-kata kasar




Ketika persembunyian Eun Gi mulai terbongkar, Ma Ru diberitahu Jae Sik karena bahwa yang menyuruhnya untuk membawa Eun Gi adalah Jae Hee. Mengetahui Eun Gi dalam keadaan terancam Ma Ru segera menuju kediaman sekretaris Hyun, tempat dimana Eun Gi disembunyikan. Ternyata benar disana sudah ada orang suruhan Han Jae Hee. Sekretaris Hyun memberikan kunci rumah pada Ma Ru dan menyuruhnya membawa Eun Gi pergi, dia akan mengulur waktu agar orang itu tidak masuk ke rumah. Ma Ru menemui Eun Gi yang sedang membaca buku “The Boy who Cried Wolf”. *buku ini punya pesan tersembunyi, karena menceritakan tentang seorang anak yang sering berbohong di kejar serigala, ketika dia benar-benar dikejar serigala tidak ada yang percaya. Drama ini banyak sekali kebohongan yang diciptakan oleh tokohnya. Jadi ketika berkata kebenaran, sulit untuk dipercaya.


Eun Gi mengurung diri dikamar, Ma Ru menyuruhnya keluar dan menggebrak pintu, tapi Run Gi tidak bersedia membukakan pintunya. Sampai akhirnya Ma Ru bicara

“Kau dan aku... kita bertemu pertamakali di pesawat, kamu sakit dan pingsan. Tidak ada doktor saat itu, tanpa punya pilihan, aku yang drop out dari fakultas kesehatan harus melakukan pertolongan pertama. Kamu pingsan, jadi tidak bisa melihat wajahku. Pertemuan kedua, terjadi saat kecelakaan sepeda motor, boneka yang berharga untukmu jatuh di ujung tebing. Aku mencoba mengambilnya dan terjatuh saat melakukannya. “Kenapa kamu melakukannya? Apa yang kamu inginkan? Kalau kamu mati dan terjatuh siapa yang akan kau salahkan? Kamu menemukan target yang mudah, brapa yang kau inginkan dariku? Untuk pertama kalinya aku melihat seseorang dengan sikap seperti itu. Tidak terbentuk dan menyimpang, semua orang di dunia tidak bisa dipercaya dan menjadi musuh, Arogan, sangat percaya diri, dingin dan pilih-pilih. Wanita tanpa sopan santun, tidak tau berterima kasih ketika perlu, tidak tau meminta maaf ketika diperlukan.”
Eun Gi membuka pintu dan bertanya siapa?

Ma Ru mengatakan tak ada waktu lagi dan mengajak Eun Gi untuk melanjutkannya ketika mereka di mobil. Ma Ru berbicara banyak tentang Eun Gi yang tidak bisa mengatakan rindu ketika rindu, tetapi malah marah-marah dan bercerita kenangan mereka saat bersama. Setelah itu melalui telpon, Ma Ru menyuruh Jae Gil untuk mengemasi barangnya. Setelah sampai dan bertemu Jae Gil, Jae Gil syok dengan keadaaan Eun Gi dan masuk ke dalam rumah untuk menemui Ma Ru yang sedang berkemas. Jae Gil bertanya kenapa dengan Eun Gi kenapa dia tidak bisa mengingat Jae Gil, Ma Ru menjelaskan Eun Gi juga tidak mengingatnya.


Jae Gil heran dengan Ma Ru yang tiba-tiba ingin pindah setekah sekian lama, dan sekarang tiba-tiba mendadak tengah malam akan pindah. Ma Ru bilang karena Jae Sik tau rumah ini begitu juga dengan Jae Hee. Jae Gil bertanya panjang lebar




“Apakah karena Eun Gi kembali? Kamu menunggu Eun Gi slama ini? Kamu berfikir Eun Gi akan kembali dan akan mencarimu, jadi kamu tidak pindah? Kamu menyukai Seo Eun Gi? Bukan karena untuk balas dendam kepada Jae Hee, tapi kamu benar-benar menyukainya. Baiklah jika seperti itu, tidak masalah bagaimana Eun Gi kembali, selama Eun Gi kembali maka ini hal yang baik. Karena meskipun kamu menunggu Jae Hee seperti dulu, Jae Hee tidak pernah kembali. Benar kan?”
Ma Ru diam dan terus mengemasi barangnya, sepertinya ia mengamini kata-kata Jae Gil.

Selang waktu berlalu Jun Ha sms dan mengajak Ma Ru bertemu. Mereka berdua bertemu dan Jun Ha meminta tolong pada Ma Ru untuk membantu Eun Gi mengembalikan ingatannya dan kedudukannya sebagai Direktur Tae San. Ma Ru langsung menebak dan bertanya pada Jun Ha apakah Jun Ha menyukai Seo Eun Gi? Jun Ha hanya diam. Kemudian dia menjelaskan dan memohon kepada Ma Ru lagi dan mengatakan akan memberikan imbalan. Jun Ha berkata bukankah dari awal ini bukan cinta? Ma Ru kembali menimpali, bagaimana jika sekarang ini cinta? Jun Ha mengatakan akan menghalanginya dengan apa yang telah dilakukan Ma Ru dia akan melakukan berbagai cara sebagai seorang pengacara. Lagipula jika ingatan Eun Gi kembali, Kang Ma Ru akan menyingkir dengan sendirinya.

Pada kesepakatan akhir Ma Ru sepakat membantu Eun Gi dengan imbalan separuh dari Tae San, menurut saya sebenarnya ini hanya syarat abal-abal Ma Ru supaya dia terlihat brengsek. Pada dasarnya dia ingin membantu Eun Gi dan melindunginya (Pada percakapan ini tidak semua adegan ada di episode 11, karena adegan ini memiliki potongan yang lain di episode 12)

Episode 12





Pada hari pelantikan Jae Hee sebagai direktur Tae San, Eun Gi kembali dan memperkenalkan Ma Ru sebagai tunangannya. Dengan alasan kondisi kesehatan Eun Gi selama pemulihan dari kecelakaan, untuk sementara waktu Ma Ru akan menjadi wakilnya di perusahaan. Tentu saja hal ini membuat Jae Hee shock dan pusing 7 keliling.


Pada masa-masa ini saya sangat suka dengan Kang Ma Ru yang selalu ada di sisi Eun Gi, mengajari hal-hal kecil dan melindunginya dari ancaman nenek sihir Han Jae Hee dan Sekretaris Min Young. Eun Gi perlahan-lahan belajar mengembalikan ingatannya, dan sejak Ma Ru ada disisinya perkembangan Eun Gi cepat. Sekretaris Hyun mengatakan kepada Pengacara Park Jun Ha
 
“Sesuatu yang bernama cinta adalah keajaiban, menciptakan yang tidak mungkin menjadi kenyataan”

Saat Han Jae Hee mengundang Eun Gi dan Ma Ru makan malam, Ma Ru terlibat percakapan dengan Jae Hee saat Eun Gi masuk ke ruangan ayahnya. Saat Han Jae Hee bertanya mengapa Ma Ru melakukan semuanya, apakah dia ingin balas dendam? Bukankah Ma Ru sendiri yang bilang untuk tidak berurusan dengannya lagi. Ma Ru menjawab :

“Aku tidak bisa mengingat apapun tentang, tentang apa yang terjadi pada seorang wanita yang bernama Han Jae Hee, apa yang telah kulakukan demi wanita itu, cinta yang kumiliki untuk wanita itu (Ma Ru tidak mengingat semuanya). Satu-satunya orang yang membuatku tertarik sekarang, satu-satunya yang mengisi kepalaku, satu-satunya yang membuatku ingin ada di dekatnya, satu-satunya yang membuatku gila, alasan yang membuatku tidak bisa makan dan tidur, bukan Han Jae Hee tetapi Seo Eun Gi”


Kang Cho Co bercerita tentang ciumannya dengan Jae Gil baik yang disengaja ataupun tidak, juga tentang liburan mereka. Ia bertanya pada Eun Gi, bagaimana ia dengan Ma Ru? Eun Gi hanya menggeleng. Cho Co mengatakan “Tidak mungkin, playboy seperti kakakku sudah pergi ke Hongkong, Busan dan...” Cho Co menutup mulutnya, takut meneruskan ucapannya akan menyakiti Eun Gi. Kemudian Cho Co menyuruh Eun Gi untuk mengajak kakaknya pergi jalan-jalan dan berkencan. Eun Gi kembali menggeleng, ternyata dia malu untuk mengajak Ma Ru kencan. Sementara itu Ma Ru yang dari tadi mendengarkan percakapan mereka hanya tersenyum, si Ma Ru kayak malu-malu kucing mendengar percakapan mereka berdua.

Ma Ru tidak bisa tidur, sepertinya berpikir tentang percakapan Eun Gi dan Cho Co. Mendengar Jae Gil bersiul, Ma Ru membangunkan Jae Gil dan mengajaknya mengobrol. Ma Ru meminta saran pada Jae Gil tentang tentang tempat untuk berwisata dengan seorang wanita, apa yang dilakukannya ketika pergi berwisata. Jae Gil keheranan, karena merasa seharusnya Ma Ru lebih ahli mengenai ini. Bukankan Ma Ru adalah seorang playboy, Jae Girl tertawa. Sejenak kemudian Jae Gil menyadari, Ma Ru memang serius bertanya.

“Apakah kamu bertanya karena kali ini benar-benar serius? Kamu bertanya karena ingin pergi bersama Eun Gi? Ah makanya, karena kamu ingin memulai hubungan serius pertamamu. Tentu Saja, ini berbeda”

Jae Hil berkata “Lakukan seperti yang kamu lakukan bersama Jae Hee”. Ma Ru menjawab dia tidak ingat, dia benar-benar tidak ingat semuanya. *Tentu saja, karena dia sudah benar-benar melupakan Jae Hee



Kemudian keesokan paginya, Eun Gi terbangun di mobil Ma Ru lengkap dengan bed cover yang menggulung tubuhnya. Eun Gi keluar dan menghampiri Ma Ru yang duduk di pinggir pantai. Mereka pun berkencan, dalam hati Ma Ru berkata.


“Ayah, suatu hari seorang wanita datang dalam hidupku. Aku menyakitinya dengan kata-kata yang paling buruk yang pernah ada. Aku menjauhkannya sebisaku. Tetapi dia tetap kembali kepadaku."


"Dia mirip sekali denganku. Aku melihat diriku sendiri ketika aku melihatnya. Dia memiliki luka fisik yang sama denganku. Air mata yang ada di otakku, mengalir melewati hatinya. Aku memberikannya luka itu. Aku membuatnya menangis."


"Seharusnya aku tidak bertemu dengannya. Seharusnya aku tidak mengijinkannya masuk ke dalam hidupku. Ayah, aku menyesal. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku menyesal.”
 

Nice Guy (The Innocent Man) Episode 8-10

0 comments
Episode 8
Nah di episode ini, sepertinya benih-benih cinta si Ma Ru mulai tumbuh. Setelah Eun Gi datang dan mengungkapkan perasaannya, sepertinya hati Ma Ru mulai terbuka. Saya paling suka bagian waktu Eun Gi tertidur dan Ma Ru menemukan secarik kertas yang isinya “Aku bosan, dan akhirnya aku membuka meja gambarmu dan menemukan gambar ini (poto sebuah pantai). Kalau besok pagi cuaca bagus, mari kita pergi kesana berdua”. Si Ma Ru ngelamun ternyata tempat itu dulunya adalah tempat yang ingin Ma Ru kunjungi bersama Jae Hee, setelah nglamun si Ma Ru liat muka Eun Gi lagi dan diam-diam mendaratkan ciuman di pipi Eun Gi *nah loh, udah suka beneran kan.



Keesokan paginya Ma Ru membeli semua perlengkapan yang dibutuhkan Eun Gi untuk berlibur, termasuk sepatu dan jaket. *karena si Ma Ru playboy dia bisa tau betul ukuran cewk termasuk Eun Gi.


Tak lama berselang Ma Ru di telpon si Jae Hee karena katanya dia lagi sm si Jae Sik dan dalam bahaya *pdhl ini jebakan. Di waktu yang sama, Jae Hee juga sms Eun Gi pake nomor asing untuk dtg di tempat yang sama *sumpah benar-benar jebakan. Akhirnya si Ma Ru datang ke tempat Jae Hee, sebenarnya si Ma Ru udah nyadar kalau itu jebakan, tapi udah terlanjur datang.

Beberapa saat mereka melakukan percakapan tentang masa lalu mereka dan tentang bagaimana Ma Ru sangat menyukai Jae Hee, disaat yang sama Eun Gi datang dan mendengar percakapan mereka. Karena sudah tidak tahan denger, Eun Gi keluar rumah, padahal di akhir percakapan itu Ma Ru bilang “Dimana Han Jae Hee, kemanapun dia pergi, kemanapun jalan hidupnya, entah itu di neraka atau kehancuran, aku sudah tidak tertarik lagi. Perasaan yang melelahkan pada Han Jae Hee, sudah berkahir” *Ma Ru keluar dari rumah itu, dan kembali merenung tentang masa lalunya dengan Han Jae Hee, disaat itu dia melihat Eun Gi di mobilnya dan menyadari keberadaan Eun Gi. Si Jae Hee yang kayak Jahe nelpon Ma Ru lagi
“Apakah ini karena Eun Gi?Eun Gi, apakah kamu punya perasaan kepadanya. Apakah kamu jatuh cinta pada Eun Gi?Kang Maru!” Jae Hee
“Aku membuat kesalahan, aku menyesalinya. Membawa Eun Gi sejauh ini”Ma Ru

Ma Ru mengejar Eun Gi, dia mencari Eun Gi di rumah tapi tidak ada, setelah itu Ma Ru menerima sebuah poto dari Eun Gi di Hpnya, Ma Ru tau dimana Eun Gi berada. Kemudian Ma Ru ke pantai tmpat Eun Gi pergi, mereka berbicara banyak. Eun Gi bertanya pada Ma Ru apakah ini pertama kalinya dia datang kesini (ke pantai yang ada di photo yang ditemukan Eun Gi)? Ma Ru menjawab iya, meskipun dulu pernah berencana datang kesana dengan orang yang dicintainya. Saat Eun Gi bertanya siapa, Ma Ru menjawab Han Jae Hee *woww jujur sekali. Sementara itu di tempat lain, Ayah Eun Gi sakit, pengacara Park berusaha menghubungi Eun Gi tapi tidak bisa.

Episode 9



Hah episode ini benar-benar berat. Di pantai itu, Ma Ru benar-benar seperti sengaja membuat Eun Gi menjauh. Saat Ma Ru menyebutkan nama Jae Hee sebagai orang yang dicintainya, Eun Gi tidak kaget. Ma Ru bertanya sejak kapan Eun Gi tau, Eun Gi menjawab apakah semua itu penting, yang paling penting adalah perasaan Eun Gi pada Ma Ru. Meskipun mengetahui semuanya dan Ma Ru tetap kasar dengan bilang yang diinginkan dan dicintainya adalah Han Jae Hee. Eun Gi malah tetap bilang ingin bersama Ma Ru dan mengajaknya kabur ke luar negeri.


Sampai akhirnya Ma Ru lebih kasar lagi “Aku mungkin akan berubah pikiran, bukan untuk Seo Eun Gi yang meninggalkan semuanya untukku. Tapi untuk Seo Eun Gi pewaris grup Tae San”.  Eun Gi masih berfikir, Kang Ma Ru yang seperti ini seperti berbohong dan berbeda dengan Kang Ma Ru yang dikenalnya selama ini, berbeda dengan Kang Ma Ru yang membuatnya bersedia meninggalkan segalanya. Eun Gi bertanya sekali lagi, apakah semuanya terencana, semua kejadian pada saat mereka bertemu di tebing, Ma Ru hanya menjawab mungkin. Kemudian dengan kasar mengatakan “Oleh karena itu seseorang sepertimu yang temperamen, skeptis dan menjijikkan jatuh cinta padaku. Apakah kamu tidak berfikir ada hal yang tidak bisa kulakukan untuk mendapatkan Han Jae Hee kembali” *kali ini Eun Gi sangat terpukul dan pergi meninggalkan Ma Ru. Kalau dipikir Ma Ru sengaja melakukannya untuk membuat Eun Gi menjauh. Meskipun sudah ada perasaan suka, tetapi perasaan itu tidak dimulai dengan cara yang benar.

Eun Gi pergi dengan perasaan terluka, beberapa waktu kemudian Eun Gi mendapat sms dari Park Jun Ha kalau ayahnya meninggal dunia. Terlihat kesedihan dan penyesalan yang dalam pada Eun Gi. Dia memutuskan memutar mobilnya kembali ke arah pantai, kembali ke arah Ma Ru kemudian di terowongan dia mengenali Ma Ru dan mobilnya dengan perasaan terluka dan marah dia memutar arah mobil satu jalur dem menginjak pedal gas semakin dalam dan menabrak mobil Ma Ru. Sementara itu Ma Ru yang menyadari mobilnya akan ditabrak, malah tidak menghindar, dia malah tersenyum dengan wajah damai.


Setelah kecelakaan itu, Eun Gi dikabarkan menghilang. Sementara Ma Ru menjalani hidupnya jauh lebih buruk dari sebelumnya. Dia bekerja sebagai mata-mata perusahaan dan sempat mengambil uang dari ayah seorang pelajar.


Sepertinya hidup Ma Ru hancur karena perasaan bersalah, ada satu adegan dimana Ma Ru tidak bisa tidur, mengingat kalimat Eun Gi yang ingin hidup bersamanya, membesarkan anak dan tumbuh tua bersama. Ma Ru juga mengingat perkataan Eun Gi ketika di pantai, bahwa yang dikatakan Ma Ru di pantai saat itu adalah kebohongan. Lamunan itu diakhiri dengan meremas kertas yang berisi pencarian Eun Gi *Ma Ru sepertinya terluka karena kejahatannya pada Eun Gi. Ma Ru menyakiti Eun Gi, padahal rasa sakit itu menyakiti dirinya sendiri.

Episode 10


Setelah hampir setahun berlalu, ketika Ma Ru dalam perjalanan pulang ke rumah, dia mendengar suara yang dikenalnya sedang berbicara dengan anak-anak. Wanita itu sedang berusaha menulis nama Kang Ma Ru ditembok, salah mengeja Kang Ma Ru menjadi Kang Ru Ma. Anak-anak itu menertawakan Eun Gi dan bilang Eun Gi idiot.

Ma Ru menyadari siapa wanita itu, dan dia adalah Seo Eun Gi. Ma Ru jongkok dan mengambil crayon kemudian menuliskan namanya dengan benar. Eun Gi berdiri dan melihat Ma Ru, Eun Gi mengenali Ma Ru karena wajah Ma Ru satu-satunya yang ada pada kamera yang dibawa Eun Gi. Wajah Ma Ru terlihat syok melihat keadaan Eun Gi. *mata keduanya terlihat basah dan hampir menangis, terutama Ma Ru yang sepertinya terpukul dengan keadaan Eun Gi.

Sementara itu sekretaris Hyun  datang dan mengatakan dia mencari Eun Gi, karena Eun Gi tiba-tiba menghilang. Kemudian mereka bertiga ke rumah Ma Ru, sekretaris Hyun menjelaskan bahwa sejak kecelakaan itu Eun Gi kehilangan ingatannya. Tidak hanya ingatannya, Eun Gi juga kehilangan semua hal yang pernah ia pelajari. Ada masalah dengan membaca dan menulis, tidak bisa membedakan kanan dan kiri dan mengalami kesulitan dalam menghitung. Kepribadiannya jauh berbeda. Oleh karena itu untuk mengamankan posisinya di perusahaan, Eun Gi disembunyikan. Jika Han Jae Hee tau keadaan Eun Gi sekarang maka Eun Gi akan disingkirkan dari Tae San


Di bagian ini saya suka sekali ketika Han Jae Sik datang dan mencari Ma Ru, Ma Ru yang takut kalau Jae Sik tau kalau Eun Gi yang selama ini dicari bersamanya memeluk Eun Gi dengan erat supaya wajah Eun Gi tidak kelihatan. *Meskipun akhirnya Ma Ru mengacuhkan Eun Gi dan blg mereka berdua hanya saling mengenal satu sama lain, saya justru merasa saat itu terlihat Ma Ru yang sangat ingin melindungi Eun Gi. Saya salut sama Joong Ki dia bisa akting dengan baik meskipun perannya tidak banyak bicara, dia bermain dengan mimik wajah, sorot mata dan bahasa tubuh.

Ketika pergi meninggalkan Eun Gi dan kembali ke mobilnya, Ma Ru kelihatan wajah aslinya. Setelah mengeluarkan kata-kata pedas pada Eun Gi dan sekretaris Hyun dan terlihat tidak peduli, Ma Ru terlihat terluka dan syok karena keadaan Eun Gi.

Jae Sik yang mengetahui keberadaan Eun Gi dan melaporkanya pada si Adik, Han Jae Hee. Kemudian membawa Eun Gi dengan alasan akan membawa Eun Gi pada Ma Ru. Sekretaris Hyun yang mengetahuinya, datang ke rumah Ma Ru dan bertanya apakah Eun Gi ada disana bersama Ma Ru. Ma Ru kaget dan merasa dia tidak mencari Eun Gi. Ma Ru panik dan berfikir orang yang membawa Eun Gi pasti orang yang juga mengenalnya. Sekeretaris Hyun memberikan Hpnya, karena di Hpnya sudah dipasang alat pelacak untuk Eun Gi. Ma Ru mulai berpikir bahwa yang membawa Eun Gi adalah Jae Sik, dan digaan itu semakin menguat ketika dia menelfon Jae Sik tetapi malah dimatikan.



Nah dibagian ini saya terkesan dengan adegan ketika Ma Ru mengejar Jae Sik dan Eun Gi yang malah tertidur di mobil. *kebiasaan lama Eun Gi yang ini nggak berubah kayaknya


Bersambung ke Quarter berikutnya....

Link Review Nice Guy (The Innocent Man) lainnya.
Tag : Korean Drama